Ilustrasi Pexels
Ebola Masih Meluas, Simak 10 Negara Paling Rentan Terpapar
Muhamad Marup • 5 June 2026 19:31
Jakarta: Wabah Ebola yang berawal di Kongo makin meluas. Sejak dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada Mei lalu, wabah tersebut terus berkembang di negara-negara Afrika.
Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Afrika (Africa CDC), terdapat negara lain yang sangat rentan untuk tertular Ebola. Negara-negara tersebut tergolong rentan karena pergerakan antar lintas batas negara dan perdagangan.
10 Negara Paling Rentan Terpapar Ebola
Berdasarkan Africa CDC, terdapat 10 negara yang rentan terpapar Ebola. Jika semakin meluas, kemungkinan besar penularan akan merambah ke luar benua-benua lain. Adapun 10 negara tersebut yaitu- Angola
- Burundi
- Republik Afrika Tengah
- Republik Kongo
- Ethiopia
- Kenya
- Rwanda
- Sudan Selatan
- Tanzania
- Zambia
Ilustrasi virus. Foto: Freepik
Tentang Ebola
Mengutip Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Penyakit virus Ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Virus ini pertama kali ditemkan di Afrika Tengah dan saat ini menjadi wabah di daerah-daerah di Afrika seperti Uganda, Sierra Leone, dan Kongo.
Virus ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi (biasanya monyet atau kelelawar). Kelelawar buah dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Kelelawar tersebut dapat menularkan ke manusia, kemudian penyakit ini dapat menyebar pada orang lain di sekitar.
Masa inkubasi antara 2 sampai 21 hari dan paling sering antara 4 sampai 10 hari. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat sperma selama hampir dua bulan.
Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri. Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini.
Upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan asin untuk diminum) atau cairan intravena. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus.
Pencegahan Penularan Virus Ebola
- Upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan yang terpapar virus ebola.
- Memasak daging dengan benar.
- Mencuci tangan dengan benar ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit ebola.
- Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.
Tanda dan Gejala Virus Ebola
- Influenza yang tiba-tiba dimana penderita merasa lemas.
- Kehilangan selera makan (anorexia).
- Sakit kepala Nyeri otot.
- Nyeri sendi
- Demam biasanya lebih tinggi dari 38,3 °C (100,9 °F).
- Sakit Tenggorokan.
- Sering diikuti muntahmuntah, diare dan sakit perut bagian atas dan bawah.
- Sekitar separuh kasus, penderita mengalami ruam pada kulit yang terjadi 5 sampai 7 hari, setelah gejala pertama terjadi.
- Kemudian, nafas menjadi pendek, dada sakit,Terjadi pula juga pembekakan (edema), dan kesadaran berkurang (confusion).
- Gejala lain adalah terjadi pendarahan dalam dan luar, 5 sampai 7 hari, setelah gejala pertama terjadi. Pada penderita Ebola,mengalami kesulitan pembekuan darah, sehingga mengalami pendarahan dari selaput mulut, hidung dan tenggorokan serta dari bekas lubang suntikan .Hal ini menyebabkan muntah darah, batuk darah dan berak darah.
- Mata menjadi merah karena pendarahan dapat juga terjadi. Pendarahan berat jarang terjadi, dan jika terjadi biasanya terlokalisasi di saluran pencernaan.
- Syok, tekanan darah menjadi rendah karena kekurangan cairan.
- Perdarahan hebat, yang dapat menyebabkan kematian.