Lebanon dan Israel lakukan perundingan dimediasi oleh Amerika Serikat. Foto: Anadolu
Israel dan Lebanon Sepakati Implementasi Gencatan Senjata
Fajar Nugraha • 4 June 2026 17:41
Washington: Israel dan Lebanon sepakat mengimplementasikan gencatan senjata setelah perundingan yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang meningkat bersamaan dengan perang yang melibatkan Iran.
Berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis dengan Amerika Serikat, gencatan senjata bergantung pada penghentian total serangan oleh kelompok Hizbullah serta penarikan seluruh anggotanya dari wilayah selatan Sungai Litani di Lebanon selatan.
Kedua pihak juga menyepakati pembentukan zona percontohan yang akan berada di bawah kendali penuh Angkatan Bersenjata Lebanon. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kelompok non-negara yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Kedua pihak sepakat, dengan arahan Amerika Serikat, untuk segera memajukan pembentukan zona percontohan di mana Angkatan Bersenjata Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut," demikian isi pernyataan bersama, dikutip dari media Channel News Asia, Kamis, 4 Juni 2026.
Israel dan Lebanon sebelumnya telah menyepakati penghentian permusuhan pada April yang kemudian diperpanjang pada Mei. Namun, bentrokan dan serangan masih terus terjadi di lapangan.
Sumber keamanan Lebanon melaporkan sedikitnya enam orang tewas akibat serangan drone Israel di Lebanon selatan pada Rabu. Sebuah kendaraan di wilayah selatan Beirut juga menjadi sasaran serangan, sementara Israel mengaku berhasil mencegat sebuah pesawat yang diduga diluncurkan oleh Hizbullah.
Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat pada awal pekan ini mendorong Israel membatalkan rencana serangan terhadap wilayah selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah. Sebagai imbalannya, kelompok yang didukung Iran itu menghentikan serangan lintas batas.
Israel melancarkan invasi ke Lebanon pada Maret dengan alasan memburu Hizbullah yang menembakkan serangan melintasi perbatasan sebagai bentuk dukungan kepada Iran. Teheran sebelumnya menyatakan tidak akan menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel kecuali gencatan senjata juga mencakup Lebanon.
Sebagai bagian dari upaya lanjutan, Israel dan Lebanon sepakat melanjutkan negosiasi langsung guna membangun kepercayaan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tersisa. Kedua negara dijadwalkan kembali menggelar pembicaraan politik dan keamanan pada pekan yang dimulai 22 Juni untuk mencapai kesepakatan yang lebih menyeluruh.
(Keysa Qanita)