Energi Surya Jadi Strategi Bisnis Baru Industri Healthcare

Energi baru terbarukan SUN Energy. Foto: dok SUN Energy.

Energi Surya Jadi Strategi Bisnis Baru Industri Healthcare

Ade Hapsari Lestarini • 6 June 2026 13:01

Jakarta: Industri healthcare global kini menghadapi tantangan baru: menjaga kualitas dan keamanan produk sekaligus menurunkan jejak karbon dalam rantai pasok produksinya.

Di tengah meningkatnya tuntutan sustainability dari pasar global dan kebutuhan menjaga efisiensi operasional jangka panjang, PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan energi surya dalam fasilitas manufakturnya di Jakarta Timur.

PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) merupakan bagian dari Kenvue, Inc. yang beroperasi di Indonesia, dengan komitmen menghadirkan produk kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

IHI memproduksi dan memegang izin edar berbagai produk terpercaya seperti Mylanta, Tylenol, Benadryl/Bactidol, Imodium, Daktarin, dan Motilium—tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berkontribusi bagi kesehatan masyarakat global melalui ekspor ke berbagai negara, termasuk Korea, Filipina, Thailand, dan Australia.
 

Energi bersih bukan sekadar inisiatif lingkungan


Bersama SUN Energy sebagai penyedia solusi energi terbarukan terintegrasi, IHI mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid berkapasitas 777,98 kWp sejak Februari 2026.

Langkah ini menunjukkan bagaimana sektor healthcare manufacturing mulai memandang energi bersih bukan hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk membangun operasional yang lebih efisien, resilien, dan siap menghadapi tuntutan industri masa depan.

Berbeda dengan banyak sektor lain, industri healthcare tidak memiliki fleksibilitas untuk menurunkan standar operasional demi efisiensi energi. Aktivitas seperti cleanroom, laboratorium, HVAC, cold-chain logistics, pengolahan air, hingga fasilitas produksi dan pengemasan membutuhkan konsumsi energi tinggi yang harus berjalan secara stabil dan konsisten untuk menjaga kualitas produk.

Karena itu, transisi energi di sektor healthcare membutuhkan solusi yang mampu menjaga reliability operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan.

PLTS On Grid yang terpasang di fasilitas IHI diproyeksikan menghasilkan energi sebesar 1.012.503 kWh per tahun dan mampu mereduksi emisi karbon sebesar 787,73 ton CO2 per tahun atau setara dengan penanaman lebih dari 13 ribu pohon.

Selain mendukung pengurangan emisi, pemanfaatan energi surya juga membantu industri memiliki biaya energi yang lebih terkendali dalam jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga energi konvensional.

"Inisiatif pemanfaatan energi surya melalu instalasi solar panel merupakan langkah konkret dalam mendukung pengurangan emisi karbon, sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional secara berkelanjutan. Di sisi lain, implementasi sistem digitalisasi berbasis real-time monitoring yang telah berjalan sejak awal tahun ini memperkuat kapabilitas kami dalam meningkatkan presisi, visibilitas, dan kecepatan dalam pengambilan keputusan operasional," ujar Presiden Direktur PT Integrated Healthcare Indonesia Teerasak Lueuwirat, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 6 Juni 2026.

Pemanfaatan energi surya

 
Ia menambahkan, pemanfaatan energi surya di fasilitas IHI digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional mulai dari sistem pendingin, pengolahan air, pencahayaan, hingga fasilitas produksi dan gudang.

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, mengatakan sektor healthcare merupakan salah satu industri dengan kebutuhan energi paling kritikal karena operasionalnya berjalan dengan standar kualitas dan reliability yang tinggi.
 
"Karena itu, transisi energi di sektor ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada dekarbonisasi, tetapi juga pada ketahanan energi dan efisiensi operasional jangka panjang. Kami melihat semakin banyak industri mulai memandang energi terbarukan bukan hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis dan daya saing global," ujar Jefferson.
 
Pemanfaatan PLTS di fasilitas IHI menunjukkan bagaimana transformasi energi di sektor manufaktur Indonesia mulai bergerak dari sekadar kepatuhan menuju strategi bisnis jangka panjang.
 
Energi bersih kini semakin menjadi bagian penting dalam membangun industri yang lebih kompetitif, efisien, dan siap menghadapi tuntutan pasar global yang terus berkembang.

(Ade Hapsari Lestarini)