Kamar yang menjadi lokasi salah satu korban, Maya, ditemukan tewas tersetrum. Metro TV/Yurike
3 Orang Tewas Tersengat Listrik saat Banjir di Cilincing, Ada Pasutri
Yurike • 12 January 2026 22:15
Jakarta: Sebanyak tiga orang tewas tersengat listrik saat banjir merendam wilayah Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin, 12 Januari 2026, pagi. Korban di antaranya merupakan pasangan suami istri yang ditemukan tak bernyawa di rumahnya, Blok R Gang II Nomor 12 RT 004 RW 008 Kelurahan Semper Barat, sekitar pukul 10.30 WIB.
Satu korban lainnya, Maya, 43, seorang ibu rumah tangga tewas tersetrum saat merapikan rumahnya yang terendam banjir di RT 11 RW 08 Kelurahan Kalibaru. Maya tersengat listrik dari air banjir yang merendam kamarnya sekitar pukul 09.00 WIB.
Kakak ipar korban, Nawawi, mengatakan Maya sempat membersihkan rumah saat banjir menggenangi rumahnya. Usai merapikan bagian teras, Maya pun kembali masuk ke kamar. Selang berapa menit, Maya yang masih di dalam kamar, tidak merespons panggilan keluarganya.
"Dipanggil nggak jawab, pas dicek sudah tergeletak di air," kata Nawawi di lokasi, Senin, 12 Januari 2026.
Saat hendak ditolong saudaranya, tubuh korban terasa mengeluarkan sengatan listrik. Adik korban yang hendak menolong akhirnya ikut tersetrum, namun selamat dalam peristiwa ini.
Kemudian, Nawawi memutus aliran listrik tersebut. Akhirnya, korban berhasil dievakuasi.
"Saya langsung matiin listrik, baru almarhum bisa diangkat. Kondisinya sudah pucat dan dingin," kata Nawawi.
Baca Juga:
Kawasan Wisata Ancol Lumpuh Akibat Banjir, Pengunjung Tak Bisa Masuk |
Selain Maya, ada dua korban lainnya yang merupakan pasangan suami istri, Hadi Warno, 54, dan Naning Juniarty, 48. Keduanya ditemukan mengambang di dalam rumah oleh anaknya saat sepulang sekolah.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengimbau warga mematikan aliran listrik saat banjir memasuki rumah.
"Data sementara ada tiga warga meninggal dunia karena tersengat listrik. Satu korban di Kalibaru dan dua korban merupakan pasangan suami istri di Semper Barat," kata Bobi.
Warga kemudian mengevakuasi kedua korban dan membawa mereka ke Rumah Sakit Pelabuhan (BPP). Polisi menduga kematian pasangan suami istri tersebut disebabkan sengatan listrik akibat korsleting peralatan elektronik di rumah yang terendam banjir.
"Dari hasil olah TKP, ditemukan adanya arus pendek dari kulkas. Ada kabel yang terkelupas dan terendam air," ujar Bobi.
Jenazah pasangan suami istri tersebut disemayamkan di Musala Al Mukaromah, yang berada di depan rumah korban.
"Kami mengimbau warga mematikan aliran listrik, mencabut peralatan elektronik, dan berhati-hati saat beraktivitas di rumah yang tergenang air," ujar Bobi.