Jalan Rasuna Said. Foto Pemprov DKI Jakarta
Tanpa Tiang Monorel Mangkrak, Keindahan Jalan HR Rasuna Said Jadi Kado HUT Jakarta
Muhamad Marup • 8 May 2026 07:00
Jakarta: Jika menyebut Jalan HR Rasuna Said, ingatan warga DKI Jakarta dulu tertuju sisi jalan tiang-tiang beton yang tertancap di tengah jalan. Wajar, ratusan tiang yang tujuan awalnya untuk monorel itu mangkrak sejak 2007.
Keberadaan tiang yang sebagian berada di tengah jalan HR Rasuna Said jelas mengganggu aktivitas warga karena menjadi salah satu penyebab kemacetan. Selain itu, keberadaan tiang monorel mangkrak mengganggu estetika keindahan jalan yang mengabadikan perjuangan pahlawan nasional perempuan asal Sumatra Barat tersebut.
Di bawah komando Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta 'menyulap' Jalan HR Rasuna Said sebagai salah satu kado ulang tahun Ibu Kota. Tidak hanya fokus pada tiang monorel mangkrak, penataan juga mencakup selokan, taman, hingga pedestrian.
Sejarah tiang monorel yang mangkrak
Pembangunan monorel merupakan salah satu rencana besar Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso untuk memecah persoalan kemacetan Jakarta saat itu. Pria yang akrab disapa Bang Yos itu memutuskan pembangunan jaringan transportasi Jakarta terdiri dari empat moda yaitu MRT, monorel, busway, hingga alternatif yang dinamakan waterway.Rencana tersebut bukan tanpa persiapan matang. Untuk merealisasikannya, Bang Yos mengumpulkan pakar-pakar transportasi dari berbagai universitas, bahkan melakukan studi banding ke beberapa negara, salah satunya Bogota, Kolombia yang situasinya dinilai sama dengan Jakarta.
Sutiyoso mengatakan, cukup sulit mendapatkan investor pada masa itu. Sebab, kondisi sosial ekonomi saat itu belum mapan akibat gejolak perekonomian dan kerusuhan Mei 1998. Situasi keos itu memudarkan kepercayaan investor terhadap Indonesia, wabilkhusus Jakarta.
Namun, ia tetap meyakini rencana yang dibuat oleh pakar transportasi itu bisa menyelesaikan persoalan kemacetan Jakarta untuk jangka panjang. "Kalau tidak pernah saya mulai, sampai 'hari raya kuda' juga nggak jadi-jadi," ucap Sutiyoso saat itu.
Pada 2004, rencana pembangunan monorel dicanangkan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika dicanangkan Kepala Negara, secara tidak langsung rencana dan strategi pembangunan sudah tersedia.
Ilustrasi kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, saat pembongkaran tiang monorel. Foto: Dok. Metro TV.
Rencananya jelas, investornya juga ada dari Tiongkok. Pembangunan pun dimulai.Pada 2007, Sutiyoso berhenti menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada 2007. Lepas itu pula, monorel jadi proyek mangkrak dan sekadar jadi hiasa besi tua berbalut beton yang mengganggu keindahan Jalan HR Rasuna Said. Saat LRT hadir di 2024, kisah tiang-tiang itu pun makin tak menentu.
Kado HUT DKI Jakarta
Semuanya berubah saat Pramono Anung-Rano Karno memimpin DKI Jakarta. Tiang-tiang monorel berusia hampir dua dekade di Jalan HR Rasuna jadi sorotan.Pramono beniat merevitalisasi Jalan HR Rasuna Said. Pramono mengatakan langkah ini jadi simbol komitmen pemerintah untuk menata kembali fasilitas publik yang terbengkalai.
Hal tersebut selaras dengan janji kampanye untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang tak tuntas dari pemimpin-pemimpin Jakarta terdahulu.
Per April 2026, pemandangan tiang-tiang beton monorel di sepanjang median jalan Rasuna Said resmi menghilang. Pramono berharap wajah baru Rasuna Said nantinya akan setara dengan kawasan Sudirman-Thamrin yang memiliki jalur pedestrian berkualitas tinggi serta ruas jalan yang luas.
.jpeg)
Desain Jalan Rasuna Said. Ilustrasi Pemprov DKI Jakarta
Pembongkaran yang dimulai sejak Januari 2026 tuntas. Kini ada ruang terbuka di tengah jalan yang difungsikan kembali menjadi lajur lalu lintas tambahan. Tak ada lagi hambatan dan pengganggu pemandangan di jalan itu.
Tanpa tiang monorel, Jalan HR Rasuna Said di kawasan Kuningan kian rapi dan apik. Patut dinantikan wajah baru Jalan HR Rasuna Said pada Hari Ulang Tahun ke-499 DKI Jakarta, 22 Juni 2026 nanti.