Tiongkok menuduh Jepang menggunakan strategi Indo-Pasifik sebagai dalih ekspansi militer. (Anadolu Agency)
Tiongkok Tuduh Jepang Gunakan Strategi Indo-Pasifik untuk Ekspansi Militer
Willy Haryono • 9 May 2026 19:32
Beijing: Tiongkok menuduh Jepang menggunakan kerja sama keamanan regional dan strategi “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” sebagai dalih untuk memperluas kekuatan militernya.
Beijing memperingatkan pada Sabtu, 9 Mei 2026, bahwa langkah Tokyo tersebut dapat mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Jiang Bin menyoroti kunjungan terbaru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ke Australia dan Vietnam yang bertujuan memperkuat hubungan keamanan.
“Dengan dalih apa yang disebut sebagai ‘Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka’ serta ‘kerja sama keamanan,' otoritas Jepang memicu konfrontasi blok dan membangun ‘lingkaran kecil’,” kata Jiang, seperti dikutip media pemerintah Global Times dan Anadolu.
Menurut Jiang, langkah tersebut merugikan kepentingan keamanan strategis negara lain dan dijadikan alasan bagi Jepang untuk melepaskan diri dari pembatasan terhadap pengembangan militernya.
Ia juga mengkritik seruan di Jepang untuk merevisi konstitusi pasifis pasca-Perang Dunia II. Jiang menilai langkah itu menunjukkan pergeseran dari “pembangunan militer secara terselubung menuju persiapan perang secara terbuka.”
'Neo-Militerisme'
Tiongkok turut memperingatkan meningkatnya apa yang disebut Beijing sebagai “neo-militerisme” Jepang yang dinilai dapat mengancam perdamaian di Asia.Dalam pernyataannya, Jiang juga menyinggung warisan Perang Dunia II dan menyebut tahun ini menandai 80 tahun Pengadilan Tokyo yang mengadili para pemimpin Jepang setelah perang berakhir.
Ia menuduh kelompok sayap kanan di Jepang berupaya mengecilkan agresi perang Jepang di masa lalu serta mengagungkan penjahat perang yang dihormati di Kuil Yasukuni.
Tiongkok mendesak Jepang untuk “menghadapi sejarah” dan mengambil langkah konkret guna memperoleh kepercayaan negara-negara Asia tetangga dan komunitas internasional.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Tokyo terkait pernyataan terbaru Beijing tersebut. Di sisi lain, Jiang juga meminta “negara-negara terkait” menghentikan pembentukan blok dan konfrontasi antar-kubu.
Menanggapi pertemuan terbaru menteri pertahanan Jepang dan Filipina yang berjanji memperkuat kerja sama pertahanan, Jiang mengatakan sejumlah politisi dari Jepang dan Filipina telah membesar-besarkan isu maritim dan melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Tiongkok.
Baca juga: Mayoritas Warga Jepang Dukung Revisi Konstitusi di Bawah PM Sanae Takaichi