Erupsi Gunung Dukono, Pendaki Hilang Bertambah Jadi Tiga Orang

Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara erupsi. (Metro TV/ Ifan Gusti)

Erupsi Gunung Dukono, Pendaki Hilang Bertambah Jadi Tiga Orang

Lukman Diah Sari • 8 May 2026 19:35

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap jumlah pendaki terdapak erupsi Gunung Dukono yang masih dalam pencarian bertambah, menjadi tiga orang. Sebelumnya, disebut dua pendaki yang merupakan warga negara asing (WNA) masih dalam pencarian. 

"Berdasarkan pembaruan data, terdapat satu orang warga negara Indonesia (WNI) yang turut dinyatakan masih dalam pencarian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat, 8 Mei 2026, melansir Antara.

Abdul mengungkap, tiga pendaki yang masih hilang yakni dua WNA berinisial HWQT, laki-laki, usia 30 tahun dan SMBAH, laki-laki, usia 27 tahun, kemudian satu WNI inisial E, perempuan. Tim gabungan, kata dia, terus melakukan penyisiran di sejumlah titik.

"Operasi pencarian terus diperluas oleh tim gabungan," ujar dia. 

15 Orang Ditemukan Selamat

Sementara itu, Abdul mengungkap sebanyak 15 orang lainnya telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Rinciannya, yakni WNA asal Singapura:
  1. TYME, laki-laki, usia 30 tahun
  2. OSS, perempuan, usia 37 tahun
  3. PL, perempuan, usia 33 tahun
  4. LHEI, perempuan, usia 31 tahun
  5. TJYG, perempuan, usia 30 tahun
  6. LYXV, perempuan, usia 30 tahun, dan
  7. LSD, laki-laki, usia 29 tahun
Adapun korban selamat warga negara Indonesia (WNI), yakni:
  1. BB, laki-laki, usia 24 tahun
  2. Y, laki-laki, usia 23 tahun
  3. S, laki-laki, usia 26 tahun
  4. A, laki-laki, usia 22 tahun
  5. H, laki-laki, usia 26 tahun
  6. FN, perempuan, usia 27 tahun
  7. RI, perempuan, usia 29 tahun, dan
  8. SJ, laki-laki, usia 48 tahun.
"Dalam operasi pencarian, dua korban selamat yakni RS dan JA turut membantu tim SAR engan memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi," jelas Abdul.

Pencarian Disetop Sementara karena Lontaran Lava Pijar

Berdasarkan laporan dari Pengamat Gunung Api Dukono, operasi pencarian sempat dihentikan sementara akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan dengan pembagian dua tim operasi.

Tim pertama yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara melakukan penyisiran jalur menuju puncak gunung dan menggunakan pesawat nirawak untuk memantau kondisi dari udara. Tim tersebut saat ini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak.

Tim SAR gabungan berada di Pos 5 pendakian Gunung Api Dukono untuk mencari dan mengevakuasi dua WNA yang masih dalam pencarian pada peristiwa erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5). (DOk BNPB)

Sementara itu, tim kedua melakukan pencarian di wilayah aliran sungai dekat kawasan puncak yang diduga menjadi lokasi pergerakan korban. Operasi penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis dan unsur relawan setempat.

BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan dan pegiat pendakian untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)