Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berada di kawasan Pasar Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. ANTARA/HO - foto warga
Monyet Turun ke Telaga Ngebel Ponorogo, Warga Diimbau Tak Beri Makan
Lukman Diah Sari • 23 July 2026 21:57
Ponorogo: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengimbau masyarakat tidak memberi makan kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang kerap turun ke kawasan Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo selama musim kemarau.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II BBKSDA Jawa Timur, Gatot Kuncoro Edy, mengatakan pemberian makanan oleh masyarakat dapat mengubah perilaku satwa liar. Hal ini bisa membuat satwa tersebut makin bergantung pada manusia dan lebih sering memasuki kawasan permukiman.
"Kami mengimbau masyarakat tidak memberikan makanan agar satwa liar tersebut tidak terbiasa bergantung kepada manusia," katanya di Ponorogo, Kamis, 23 Juli 2026, melansir Antara.
Menurut Gatot, kemunculan kawanan monyet di kawasan wisata Telaga Ngebel merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi pada musim kemarau. Terutama, ketika ketersediaan pakan alami di habitat mereka di kawasan hutan lereng Gunung Wilis mulai berkurang.
Ia menjelaskan, monyet yang terlihat di kawasan Telaga Ngebel merupakan spesies monyet ekor panjang yang secara alami hidup di kawasan hutan Gunung Wilis.
"Pada musim kemarau, sumber makanan di hutan berkurang sehingga kawanan monyet mencari pakan hingga ke kawasan pasar dan objek wisata," ujarnya.

Ilustrasi monyet serang pemukiman warga. (Foto / Metro TV)
Meski demikian, BBKSDA menyatakan hingga kini belum menerima laporan adanya serangan monyet terhadap warga maupun wisatawan di sekitar lokasi.
Gatot tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak, tidak memberi makan, serta tidak mengganggu kawanan monyet guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
"Belum ada laporan monyet menyerang warga, tetapi masyarakat tetap kami minta tidak mendekati ataupun mengganggu satwa liar tersebut demi keselamatan bersama," tegasnya.