Kemarau Panjang di Nagekeo NTT Bikin Warga Berebut Air Embung dengan Ternak

Warga Kampung Wololuba, Desa Renduwawo, Kabupaten Nagekeo, harus menimba air kotor di embung. (Metro TV/ Ignas Kunda)

Kemarau Panjang di Nagekeo NTT Bikin Warga Berebut Air Embung dengan Ternak

Ignas L Kunda • 28 July 2026 12:28

Nagekeo: Musim kemarau panjang di Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga di Kampung Wololuba, Desa Renduwawo, Kabupaten Nagekeo, harus menimba air kotor di embung dekat desa akibat tidak ada sumber air bersih. Warga harus berebut air dengan ternak yang juga minim dari embung yang sama.

“Air di sini kalau siang itu hewan belum masuk, kalau sudah malam penuh semua di sini, manusia dan hewan,” kata warga Wololuba, Bruno Uku, di Nagekeo, Selasa, 28 Juli 2026. 

Warga mengaku mengambil air di embung untuk minum dan masak karena air hujan telah habis sejak Mei lalu dan bak penampung telah kosong dan banyak telah rusak akibat retak tidak terisi
 


Sepulang sekolah, beberapa anak sekolah dasar juga terbiasa langsung mandi atau mencuci muka saat mengambil air di embung tersebut. "Anak-anak juga sepulang sekolah datang timba air di sini," ujar Bruno. 

Air dari embung tersebut digunakan warga untuk kebutuhan minum dan memasak. Warga hanya mampu mengambil air sekali pada pagi dan sore hari karena medan berat dan jalan yang menanjak.

"Semua serba susah karena terjal," ucap Bruno. 



Krisis air bersih tidak hanya dirasakan warga Kampung Wololuba, tetapi juga seluruh masyarakat Desa Renduwawo yang berjumlah 852 jiwa. Khusus di Kampung Wololuba, sebanyak 44 kepala keluarga atau 209 jiwa hanya bergantung pada embung yang diperkirakan mampu bertahan hingga Oktober jika musim kemarau terus berlangsung.

Jika air embung mulai menipis, warga harus berjalan lebih jauh untuk mencari sumber air. Kondisi air yang tidak layak konsumsi juga berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak yang kerap sakit.

Keterbatasan air membuat kondisi sanitasi desa semakin memprihatinkan. Warga bahkan pernah mendapat teguran dari petugas kesehatan saat pemeriksaan lingkungan karena fasilitas kamar mandi dan toilet tidak terawat akibat minimnya ketersediaan air.

(Silvana Febiari)