UE Nilai Kesepakatan AS-Iran Bisa Jadi Terobosan bagi Stabilitas Timur Tengah

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. (Anadolu Agency)

UE Nilai Kesepakatan AS-Iran Bisa Jadi Terobosan bagi Stabilitas Timur Tengah

Muhammad Reyhansyah • 15 June 2026 15:21

Brussels: Uni Eropa menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dengan para pemimpin blok tersebut menyebutnya sebagai peluang penting untuk mendorong stabilitas di Timur Tengah.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut kesepakatan itu sebagai "terobosan potensial" yang dapat membuka ruang bagi perundingan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran dan berbagai isu yang masih belum terselesaikan.

"Dari pengaruh ekonomi hingga keahlian di bidang nuklir serta hubungan jangka panjang dengan negara-negara Teluk, Uni Eropa siap berkontribusi untuk mencapai penyelesaian yang berkelanjutan," tulis Kallas di platform X, dikutip dari Anadolu, Senin, 15 Juni 2026.

Ia juga menilai implementasi kesepakatan tersebut berpotensi membantu meredakan krisis energi global.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, kesepakatan itu dapat menjadi jalan menuju negosiasi yang lebih luas mengenai perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.

"Prioritas saat ini adalah implementasi yang cepat dan penuh oleh semua pihak," tulis von der Leyen.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pemulihan kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis tersebut. "Hal ini penting bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global," ujarnya.

Von der Leyen juga menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon serta mendesak terwujudnya gencatan senjata yang sesungguhnya.

"Tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah selama Lebanon masih terbakar," katanya.

Seruan Perdamaian

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa juga meminta seluruh pihak menyelesaikan perbedaan melalui jalur damai dan sesuai hukum internasional.

"Senjata harus dibungkam, dan perbedaan yang masih ada harus diselesaikan melalui cara-cara damai sesuai hukum internasional," tulis Costa di X.

Ia menegaskan Uni Eropa siap mendukung berbagai upaya untuk mewujudkan perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Respons para pemimpin Eropa tersebut muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan setelah melalui negosiasi intensif.

Menurut Sharif, kedua negara sepakat mengakhiri seluruh operasi militer secara segera dan permanen di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon.

Baca juga:  AS-Iran Sepakati MoU Perdamaian, Apa Isi dan Dampaknya bagi Konflik Timur Tengah?

(Willy Haryono)