Inflasi AS Melejit 4,2% di Mei 2026, Cetak Level Tertinggi

Ilustrasi. Foto: OCBC NISP.

Inflasi AS Melejit 4,2% di Mei 2026, Cetak Level Tertinggi

Husen Miftahudin • 11 June 2026 08:41

New York: Indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) naik menjadi 4,2 persen secara tahunan (yoy) pada Mei 2026. Angka ini naik dari 3,8 persen (yoy) pada bulan sebelumnya dan menjadi level yang tertinggi sejak Mei 2023.

Secara bulanan, indikator inflasi utama berada di angka 0,5 persen (mtm). Angka ini turun tipis ketimbang level 0,6 persen (mtm) yang tercatat pada April dan sesuai dengan perkiraan.

Mengutip Xinhua, Kamis, 11 Juni 2026, Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyampaikan kenaikan tingkat inflasi ini terjadi karena harga energi yang tinggi.

Sementara, indeks energi untuk periode Mei 2026 meningkat sebesar 3,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang menyumbang lebih dari 60 persen dari inflasi utama.

Harga bensin dan bahan bakar minyak (BBM) masing-masing meningkat 40,5 persen (yoy) dan 58,9 persen secara tahunan (yoy) pada periode Mei 2026.

Adapun, harga rata-rata bensin nasional mencapai USD4,555 per galon pada 20 Mei, naik 50 persen sejak konflik Iran yang dimulai pada Februari, menurut data yang dirilis American Automobile Association. Harga tersebut kemudian turun menjadi USD4,151 per galon pada Rabu.
 

Baca juga: Jelang Rilis Data Inflasi AS, Dolar AS Tergelincir


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Data inflasi jadi perhatian pasar


Para investor terus memantau data inflasi, terutama karena konflik di Iran telah berlangsung selama empat bulan. Terlepas dari upaya diplomatik untuk mengakhiri pertempuran, gencatan senjata yang rapuh telah berlaku.

Selat Hormuz tetap tertutup bagi lalu lintas kapal tanker, sehingga mengurangi pasokan minyak utama dunia dan mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Kekhawatiran meluas, guncangan energi yang disebabkan oleh perang akan memicu lonjakan inflasi. Di AS, warga Amerika sangat merasakan dampaknya di SPBU.

Secara bulanan, harga bensin melonjak sebesar tujuh pesen pada Mei. Secara keseluruhan dalam periode 12 bulan tanpa penyesuaian, angka tersebut telah meningkat hingga 40,5 persen.

Pasar semakin bertaruh inflasi AS yang lebih tinggi, ditambah dengan data yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh, akan membuat Federal Reserve mengerek suku bunga tahun ini. Sementara itu, taruhan pada awal 2026 Fed akan memulai siklus penurunan suku bunga hampir sepenuhnya hilang.

(Husen Miftahudin)