Ratusan SPPG Rampung, Program MBG Sasar Wilayah 3T

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Foto: Dok. Istimewa.

Ratusan SPPG Rampung, Program MBG Sasar Wilayah 3T

Fachri Audhia Hafiez • 11 June 2026 14:15

Jakarta: Sebanyak 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah selesai dibangun. Infrastruktur ini dihadirkan guna mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)

"Sedang berproses serah terima dengan BGN (Badan Gizi Nasional). Mungkin BGN akan mengecek satu per satu. Namun, secara utuh sudah selesai semua," ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2025.

Dody menjelaskan Kementerian PU tengah berkoordinasi intensif dengan pimpinan baru BGN. Hal ini untuk memastikan seluruh fasilitas yang telah rampung segera dimanfaatkan.

Sebagian besar dari ratusan SPPG yang selesai dibangun sengaja ditempatkan di kawasan perbatasan negara. Dody menekankan hal ini guna memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

Beberapa titik strategis di wilayah 3T antara lain berlokasi di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT). SPPG di PLBN Wini berdiri di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi (m^2) di Kabupaten Timor Tengah Utara, sedangkan SPPG di PLBN Motamasin dibangun di atas lahan seluas 1.469,12 m^2 di Kabupaten Malaka.

Petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan

Baca Juga: 

BGN Jadikan Kantin Sekolah Alternatif Dapur MBG

Dody memaparkan setiap unit bangunan fasilitas SPPG telah dirancang secara komprehensif. Seluruhnya dilengkapi dengan dapur utama, area pencucian alat dan bahan makanan, serta gudang penyimpanan kering dan basah.

Kemudian, dilengkapi ruang peralatan, area parkir, jaringan pasokan air bersih, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tak hanya itu, tersedia ruang panel kelistrikan serta Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Pemerintah berharap integrasi infrastruktur modern di kawasan terluar ini mampu menjadi pilar utama dalam menyukseskan pemenuhan gizi nasional. Khususnya di wilayah yang sulit diakses.

"Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses," ucap Dody.

(Achmad Zulfikar Fazli)