Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Sebut Kuba di Ambang Keruntuhan usai Hilangnya Dukungan Venezuela
Willy Haryono • 28 January 2026 10:42
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Kuba akan segera mengalami kegagalan sebagai sebuah negara. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa, 27 Januari, dan dikaitkan dengan hilangnya dukungan finansial serta pasokan energi penting dari Venezuela, yang selama ini menjadi sekutu utama Havana.
Berbicara kepada awak media di negara bagian Iowa, Trump menegaskan bahwa kondisi Kuba saat ini berada di ambang keruntuhan.
“Kuba akan segera gagal. Kuba benar-benar sebuah bangsa yang sudah sangat dekat dengan kegagalan,” ujar Trump, seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu, 28 Januari 2026.
Trump menyatakan keterpurukan Kuba tidak terlepas dari situasi politik di Venezuela. Selama bertahun-tahun, pemerintah Kuba bergantung pada aliran dana serta pasokan minyak mentah dari Caracas untuk menopang stabilitas ekonomi dan energi domestik.
“Mereka mendapatkan uang dan minyak dari Venezuela. Sekarang, mereka tidak mendapatkan itu lagi,” tambah Trump.
Sebelumnya, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel pada Senin kemarin menyatakan bahwa pemerintahannya saat ini tidak menjalin pembicaraan dengan pemerintahan Amerika Serikat di luar isu migrasi yang bersifat teknis, di tengah meningkatnya ketegangan hubungan bilateral kedua negara.
Meski demikian, Díaz-Canel menegaskan Kuba tetap terbuka untuk berdialog dengan AS, termasuk pemerintahan saat ini, selama dialog tersebut dilandasi prinsip kesetaraan kedaulatan, saling menghormati, hukum internasional, serta manfaat bersama tanpa campur tangan dalam urusan dalam negeri.
“Kuba tetap terbuka untuk berdialog dengan berbagai pemerintahan Amerika Serikat, termasuk pemerintah saat ini, atas dasar kesetaraan kedaulatan, saling menghormati, prinsip-prinsip hukum internasional, dan manfaat bersama, tanpa intervensi dalam urusan internal dan dengan penghormatan penuh terhadap kemerdekaan kami,” tulis Díaz-Canel melalui media sosial X. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Presiden Kuba Tegaskan Tetap Buka Pintu Dialog Setara dengan AS