Operasi pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Hari ke-8 Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, 20 Orang Masih Hilang
Roni Kurniawan • 31 January 2026 10:19
Bandung Barat: Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari kedelapan, Sabtu, 31 Januari 2026. Hingga saat ini, sebanyak 20 korban masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan pencarian hari ini tetap dilakukan dengan membagi personel ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara menyeluruh, baik secara manual, menggunakan anjing pelacak (K9), maupun dengan dukungan alat berat.
"Tim SAR Gabungan terus bekerja maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di lapangan. Ancaman longsor susulan masih ada dan kondisi cuaca juga tidak dapat diprediksi," ujar Ade di Posko Basarnas Desa Pasirlangu, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ade menuturkan, dalam operasi SAR bencana longsor Pasirlangu, tercatat sebanyak 3.675 personel dari berbagai unsur terlibat. Selain itu, dikerahkan pula 17 unit ekskavator serta 22 unit anjing pelacak (K9) untuk mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun.
Berdasarkan data hingga Jumat, 30 Januari 2026, tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan 60 jenazah. Dari jumlah tersebut, 44 jenazah telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Sebanyak 20 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian," sahut Ade.
Ade berharap kondisi cuaca dapat bersahabat agar proses pencarian berjalan optimal. Ia juga mengimbau seluruh personel untuk mengedepankan prinsip keselamatan kerja, saling mengingatkan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lokasi.

Lokasi longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Antara
"Keselamatan tim adalah prioritas utama. Kami tidak ingin ada korban tambahan dari personel SAR," tegas Ade.
Sementara itu, berdasarkan arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, yakni hingga Jumat, 6 Februari 2026.
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan dinamika kondisi lapangan," ungkap Ade.