Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat melakukan konferensi pers di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (30/1/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Operasi SAR Longsor Cisarua, 20 Korban Masih Hilang
Lukman Diah Sari • 31 January 2026 00:00
Bandung: Tim Search and Rescue (SAR) memutuskan melanjutkan operasi pencarian terhadap 20 korban yang masih dinyatakan hilang akibat bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi pada hari ketujuh operasi pencarian.
Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, pada hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan berhasil mengevakuasi lima kantong jenazah seiring kondisi cuaca yang relatif mendukung.
“Berdasarkan hasil evaluasi hari ke tujuh, masih terdapat 20 korban dilaporkan hilang dan pencarian akan terus dilanjutkan. Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR dan hari ini kami berhasil mengevakuasi lima body pack (kantong jenazah),” kata Syafii di Bandung, Jumat, 30 Janauri 2026, melansir Antara.

Petugas menyisir lokasi untuk mencari korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Syafii menjelaskan, total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi pencarian mencapai 60 kantong jenazah. Sementara itu, berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Syafii mengungkapkan bahwa data jumlah korban terus mengalami perkembangan seiring proses pencarian dan asesmen lapangan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta tim DVI Polri.
“Laporan awal menyebutkan sebanyak 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan terdapat 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Dinamika data ini menjadi bagian dari proses operasi di lapangan,” ujarnya.
“Kondisi medan dan cuaca memang belum sepenuhnya ideal, namun tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan,” kata Syafii.
Ia pun meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar. Sehingga bisa memberikan kepastian bagi keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar.
“Operasi SAR akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” jelas dia.