Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Foto: Metro TV/Cony Brilliana.
Jakarta Jadi Fokus Kajian Strategis Ketahanan Nasional Lemhannas
Cony Brilliana • 28 January 2026 17:25
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk memperkuat ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan di Ibu Kota. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) yang mencakup pendidikan kepemimpinan hingga kajian strategis.
“MoU ini sesungguhnya adalah melanjutkan apa yang telah selama ini ditandatangani antara Lemhannas dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menyepakati setidaknya tiga hal utama,” kata Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ace menjelaskan, tiga poin utama tersebut meliputi peran Lemhannas dalam pendidikan kepemimpinan bagi pejabat Pemprov DKI, pemantapan nilai-nilai kebangsaan, serta pelaksanaan kajian strategis terkait ketahanan nasional. Kolaborasi ini juga mencakup dukungan terhadap sarana dan prasarana yang menunjang tugas pokok Lemhannas.
“Jadi tiga hal tersebut yang menjadi nota kesepahaman dan ini nanti tentu akan ditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih intensif,” lanjut Ace.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut positif kelanjutan kerja sama ini. Ia menilai, sebagai pusat pemerintahan, Jakarta menghadapi tantangan kompleks yang memerlukan fondasi kebangsaan yang kokoh bagi seluruh jajaran pemerintahannya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Cony Brilliana.
“Saya menyambut baik penandatanganan kesepakatan yang dilakukan dan tentunya bagi pemerintah DKI Jakarta ini sangat berarti karena bagaimanapun Jakarta sebagai ibu kota maka persoalan wawasan kebangsaan menjadi hal yang sangat penting,” tegas Pramono.
Pramono juga membuka peluang untuk memperluas cakupan kerja sama ini, termasuk melibatkan DPRD DKI Jakarta dalam program penguatan nilai kebangsaan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial, politik, dan keamanan nasional maupun global.