Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Fajar Nugraha • 27 November 2025 13:05
Washington: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada Rabu, 26 November, bahwa Afrika Selatan tidak akan diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun depan di Miami. Keputusan ini meningkatkan ketegangan diplomatik Trump terhadap negara tersebut.
Trump merujuk pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dialami oleh petani kulit putih di negara itu, serta penolakan Afrika Selatan untuk secara simbolis menyerahkan kepresidenan G20 kepada AS di akhir KTT tahun ini.
"Afrika Selatan telah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bukanlah negara yang layak menjadi anggota di mana pun," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dikutip New Arab, Kamis, 27 November 2025.
Pemerintahan Trump sendiri telah menolak untuk hadir dalam KTT G20 tahun ini, di Johannesburg dan mengatakan prioritas Afrika Selatan, termasuk kerja sama perdagangan dan iklim, bertentangan dengan kebijakan AS. Sebagai tanggapan, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menolak menyerahkan kepresidenan G20 secara formal kepada AS, seperti yang biasa dilakukan.
Pejabat Trump juga melontarkan tuduhan yang dianggap tidak mendasar mengenai genosida kulit putih yang menargetkan Afrikaner, keturunan pemukim Eropa pertama, di Afrika Selatan.
"Pemerintah Afrika Selatan menolak untuk mengakui atau menangani Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang mengerikan yang dialami oleh orang Afrikaner, dan keturunan pemukim Belanda, Prancis, dan Jerman lainnya, lebih blak-blakan lagi, mereka membunuh orang kulit putih, dan secara acak membiarkan lahan pertanian mereka dirampas." tulis Trump dalam postingannya pada hari Rabu.
Pada Mei, di Gedung Putih, Trump menekan Ramaphosa dengan menunjukkan video yang penuh kesalahan, diduga membuktikan tuduhannya yang dibantah oleh Afrika Selatan.
KTT G20 adalah pertemuan 20 ekonomi terbesar di dunia, yang dijadwalkan pada Desember 2026 di resor golf Trump National Doral Miami di Florida, yang dimiliki oleh keluarga Trump.
(Kelvin Yurcel)