Peruri menghadirkan booth sustainability program dalam ajang Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026. Foto: Dok istimewa
Genjot Ekonomi Sirkular, Peruri Sulap Limbah Produksi Jadi Produk Bernilai
Eko Nordiansyah • 1 July 2026 13:20
Bandung: Peruri mendorong inovasi pengelolaan limbah produksi menjadi produk baru yang bernilai guna tinggi. Peruri menghadirkan booth sustainability program yang memamerkan ragam program keberlanjutan perusahaan dalam ajang Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026.
Keikutsertaan ini sejalan dengan visi Sunda Karsa Fest KKJ 2026 yang bertujuan memperluas ekonomi syariah sekaligus memperkuat peran Jawa Barat dalam kemajuan ekonomi nasional. Tahun ini pameran tersebut mengusung tema “Resilien, Stabil, Berkelanjutan: Memelihara Ekosistem Ekonomi Budaya Digital dan Keseimbangan Ekologi menuju Jabar Istimewa”.
Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, partisipasi Peruri dalam Sunda Karsa Fest KKJ 2026 adalah wujud nyata keberlanjutan bisa dicapai melalui langkah konkret. Mulai dari pengelolaan limbah produksi secara bijaksana, pemanfaatan kembali material, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami percaya, inovasi berkelanjutan tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Pengelolaan limbah hingga inisiatif daur ulang
Salah satu inovasi utama yang disorot Peruri dalam pameran ini adalah pengelolaan limbah kertas berharga (security waste) menjadi paving block berkualitas. Prosesnya limbah kertas dihancurkan dan dibakar melalui insinerator, kemudian abunya diolah dan dicampur dengan material lain hingga dicetak menjadi paving block.“Langkah inovatif ini tidak hanya menjaga standar keamanan informasi tingkat tinggi milik perusahaan, tetapi juga menekan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular,” ungkap dia.
Tak hanya limbah kertas, Adi mengungkapkan, Peruri juga memperkenalkan program Peruri WearCycle. Program ini merupakan inisiatif daur ulang seragam kerja lama yang sudah tidak terpakai menjadi berbagai produk baru yang bermanfaat.
“Melalui inisiatif ini, perusahaan sukses mengurangi potensi limbah tekstil sekaligus membuka ruang kolaborasi yang produktif bersama para pelaku UMKM,” jelas dia.
Peruri juga menyosialisasikan serangkaian inisiatif hijau lainnya. Program tersebut meliputi pelestarian biodiversitas, efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED, operasional kendaraan listrik, pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, hingga optimalisasi aset berbasis konsep ramah lingkungan.
Melalui partisipasi ini, Peruri menjalankan praktik bisnis yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ke depan, kehadiran Peruri di Sunda Karsa Fest KKJ 2026 diharapkan dapat mengedukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab demi ekosistem industri yang lebih berkelanjutan.