Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Bersinar di Akhir Semester, Nasdaq Melonjak Lebih dari 21%
Eko Nordiansyah • 1 July 2026 08:09
New York: Wall Street mengakhiri perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, dengan penguatan. Kenaikan tersebut sekaligus menutup kuartal II dan semester I-2026 dengan catatan positif, didorong data pasar tenaga kerja yang solid serta penguatan saham-saham teknologi.
Investor juga melakukan penyesuaian portofolio pada akhir semester di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dikutip dari Investing.com, Rabu, 1 Juli 2026, indeks S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 7.496,51, Nasdaq Composite menguat 1,5 persen ke level 26.213,72, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,3 persen dan ditutup pada rekor tertinggi 52.317,81.
Data ketenagakerjaan jadi sorotan
Pelaku pasar mencermati serangkaian data ketenagakerjaan AS yang dipandang akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).Pada Selasa, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada Mei mencapai 7,594 juta, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 7,296 juta dan sedikit di atas revisi April sebesar 7,585 juta.
Data tersebut memperkuat pandangan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid sehingga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Catat kinerja kuartalan terbaik
Sepanjang kuartal II-2026, S&P 500 menguat 14,8 persen, sedangkan Nasdaq melonjak 21,4 persen. Keduanya mencatatkan kinerja kuartalan terbaik sejak kuartal II-2020.Selama semester I-2026, S&P 500 naik 9,5 persen dan Nasdaq bertambah 12,8 persen.
Sementara itu, Dow Jones mencatat kenaikan 12,9 persen sepanjang kuartal II dan menguat 8,9 persen pada semester pertama 2026, menjadi kinerja semester pertama terbaik sejak 2021.
Mitra sekaligus Kepala Ekonom Apollo, Torsten Slok, mengatakan investor masih menunggu peningkatan profitabilitas perusahaan di luar sektor teknologi agar optimisme terhadap investasi AI semakin kuat.
"Sejauh ini belum ada tanda-tanda peningkatan margin keuntungan di luar sektor teknologi. Itulah yang masih dinantikan pasar," ujar dia.