Kunjungi RI, Direktur Regional UNDP Soroti Aksi Iklim dan Ekonomi Berkelanjutan

Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik Kanni Wignaraja menegaskan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan Indonesia. (UNDP)

Kunjungi RI, Direktur Regional UNDP Soroti Aksi Iklim dan Ekonomi Berkelanjutan

Willy Haryono • 24 June 2026 13:24

Jakarta: Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik, Kanni Wignaraja, telah menyelesaikan kunjungan resmi selama satu minggu di Indonesia.

Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen UNDP untuk mendukung upaya Indonesia dalam memajukan pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan iklim, serta menciptakan peluang bagi masyarakat di seluruh kepulauan Indonesia.

Wignaraja bertemu dengan para pejabat tinggi pemerintah, pemimpin ASEAN, perwakilan pemuda, mitra sektor swasta, pelaku konservasi, dan mitra pembangunan untuk membahas prioritas pembangunan Indonesia serta peran yang semakin penting dalam membentuk pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Misi ini dimulai di Jakarta dengan serangkaian pertemuan tingkat tinggi bersama kementerian dan lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Dewan Ekonomi Nasional. Diskusi berfokus pada aksi iklim, konservasi keanekaragaman hayati, ekonomi biru, pembiayaan inovatif dan blended finance, sistem pangan, pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular, serta transformasi digital.

Kerja Sama Regional

“Indonesia menunjukkan bagaimana kemajuan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan inklusi sosial dapat berjalan beriringan,” ujar Ibu Wignaraja, berdasarkan siaran pers UNDP yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 24 Juni 2026.

“Di saat negara-negara di kawasan mencari jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan, pengalaman Indonesia memberikan pelajaran penting tentang nilai kemitraan, inovasi, dan investasi jangka panjang," sambungnya.

Salah satu sorotan utama kunjungan ini adalah dialog pemuda mengenai ketenagakerjaan dan transformasi digital, di mana para wirausahawan muda, inovator, dan pemimpin komunitas berbagi pandangan tentang peluang dan tantangan yang dihadapi generasi Indonesia saat ini dan mendatang. Diskusi ini menekankan pentingnya investasi pada keterampilan digital, pekerjaan layak, dan kepemimpinan pemuda untuk membentuk masa depan yang lebih inklusif.

Wignaraja juga bertemu dengan Sekjen ASEAN dan para Kepala Perwakilan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia, menegaskan kembali pentingnya kerja sama regional dalam mengatasi tantangan bersama dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Di Sumatra Utara, Ibu Wignaraja bertemu dengan Wali Kota Medan dan para pemimpin daerah sebelum mengunjungi berbagai inisiatif berbasis komunitas yang menunjukkan bagaimana aksi lokal dapat berkontribusi pada prioritas pembangunan nasional. Kunjungan lapangan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta otoritas taman nasional.

Di Medan, beliau mengunjungi lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun dan berdialog dengan para pekerja sampah serta perwakilan komunitas yang berupaya meningkatkan pengelolaan sampah dan mata pencaharian melalui pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Kunjungan ini menyoroti peran inovasi lokal dan partisipasi komunitas dalam membangun kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Komitmen Memperkuat Kolaborasi

Misi berlanjut ke kawasan Gunung Leuser, salah satu ekosistem terpenting di Asia Tenggara. Di Tangkahan dan Bukit Lawang, Ibu Wignaraja bertemu dengan otoritas konservasi, penjaga hutan, dan perwakilan masyarakat yang bekerja melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mendukung mata pencaharian berkelanjutan. Ia mempelajari bagaimana pengelolaan berbasis komunitas telah membantu mengubah kawasan yang sebelumnya terdampak penebangan liar menjadi model konservasi dan ekowisata yang diakui.

“Dari komunitas perkotaan yang mengelola sampah para relawan forest rangers yang menjaga hutan dan satwa liar, contoh-contoh yang kami lihat di Sumatera Utara menunjukkan bahwa kemajuan yang berkelanjutan dimulai dari tingkat lokal,” ujar Wignaraja.

“Ketika masyarakat diberdayakan dan didukung, ide serta solusi mereka dapat memberikan dampak jauh melampaui lingkungan sekitarnya.”

Sepanjang misi, diskusi dengan para pemimpin pemerintah, mitra pembangunan, masyarakat lokal, dan sektor swasta menyoroti pentingnya kebijakan dan standar yang dapat mendorong dampak dalam skala besar—dengan menghubungkan secara erat pelaksanaan kebijakan dan program dengan pembiayaan yang andal dan terjangkau.

Menutup kunjungannya, Wignaraja menegaskan kembali komitmen UNDP untuk mendukung prioritas Indonesia dalam ketahanan iklim, pembiayaan berkelanjutan, inklusi digital, dan pembangunan berbasis alam.

“Sebagai salah satu ekonomi terbesar dan negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di kawasan, Indonesia menunjukkan bahwa jalur pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan itu mungkin, di mana ekonomi dan ekologi dapat tumbuh bersama tanpa ada yang harus dikorbankan,” ujarnya.

“Pengalaman Indonesia memberikan pelajaran praktis tidak hanya bagi ASEAN, tetapi juga bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.”

Misi ini ditutup dengan komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan mitra pembangunan dalam mendukung prioritas nasional Indonesia dan kemakmuran jangka panjang.

Baca juga:  Swiss dan UNDP Dukung Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia

(Willy Haryono)