Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Oman Buka Koridor Maritim Sementara di Selat Hormuz
Willy Haryono • 24 June 2026 16:02
Muscat: Oman mengumumkan pembukaan koridor maritim sementara bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Menurut laporan media (ONA) yang dikutip TRT World, Rabu, 24 Juni 2026, langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan International Maritime Organization (IMO) dan sejalan dengan perkembangan terbaru terkait stabilitas navigasi di kawasan.
“Berdasarkan tanggung jawab Kesultanan Oman terhadap Selat Hormuz dan pentingnya jalur tersebut bagi perekonomian global, serta komitmen kami terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi tanpa pungutan biaya transit, Oman telah bekerja sama dengan IMO untuk menyediakan opsi penggunaan koridor maritim sementara bagi seluruh kapal,” ujar pernyataan otoritas Oman dikutip ONA.
Berlaku untuk Seluruh Kapal
Koridor sementara tersebut akan beroperasi berdasarkan koordinat yang diumumkan oleh IMO dan otoritas maritim Oman.Kapal-kapal yang ingin menggunakan jalur tersebut diwajibkan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan badan maritim internasional terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran pelayaran.
Langkah ini diambil ketika Oman dan Iran masih melanjutkan konsultasi mengenai pengaturan jangka panjang navigasi di Selat Hormuz, termasuk aspek layanan maritim dan mekanisme pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.
Sebelumnya, Muscat dan Teheran mengumumkan pembentukan kelompok kerja bersama yang bertugas membahas masa depan pengelolaan navigasi di Selat Hormuz.
Kelompok kerja tersebut akan membahas berbagai isu, mulai dari layanan maritim yang akan disediakan, biaya terkait operasional, hingga koordinasi dengan negara-negara Teluk lainnya yang berbatasan langsung dengan perairan tersebut.
Pembahasan dilakukan sesuai hukum internasional dan hak-hak kedaulatan negara-negara pesisir yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Bagian dari Implementasi MoU Islamabad
Pembentukan kelompok kerja tersebut merupakan salah satu implementasi Pasal 5 Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran.Dalam ketentuan tersebut, Iran sepakat melakukan dialog dengan Oman mengenai pengaturan masa depan Selat Hormuz.
MoU Islamabad juga mengatur bahwa Iran akan berupaya semaksimal mungkin menjamin pelayaran kapal-kapal komersial yang aman dan bebas biaya di Selat Hormuz selama 60 hari sejak kesepakatan berlaku.
Pengiriman komersial melalui jalur tersebut juga disebut dapat segera kembali beroperasi.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar global.
Setiap gangguan terhadap navigasi di kawasan ini berpotensi memengaruhi harga energi internasional serta stabilitas rantai pasok global.
Karena itu, pembukaan koridor maritim sementara oleh Oman dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga kelancaran perdagangan internasional sembari menunggu penyelesaian mekanisme permanen yang sedang dibahas oleh para pihak terkait.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan kesepahaman 14 poin pada 14 Juni melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Selain mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, kesepakatan tersebut juga memuat ketentuan terkait penghentian konflik di sejumlah front kawasan, termasuk Lebanon, serta pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.
Baca juga: Menlu AS Tolak Keras Rencana Iran Kenakan Tarif Transit di Selat Hormuz