Indonesia mendorong integrasi rantai pasok halal antarnegara D-8 guna mencapai target perdagangan intra-blok sebesar Rp9 kuadriliun pada 2030. (Metrotvnews)
Keketuaan Indonesia di D-8 Dorong Percepatan Integrasi Rantai Pasok Produk Halal
Willy Haryono • 8 July 2026 15:00
Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui agenda Keketuaan D-8 periode 2026-2027 mendorong percepatan integrasi rantai pasok produk halal antarnegara anggota melalui penguatan kolaborasi kolektif.
Langkah tersebut dioptimalkan guna merealisasikan target volume perdagangan intra-blok sebesar USD500 miliar atau Rp9 kuadriliun pada tahun 2030.
Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, mengatakan bahwa ruang lingkup pasar halal global saat ini berkembang sangat pesat dan diproyeksikan menyentuh angka USD3,56 triliun pada 2029
Sektor ini mencakup komoditas makanan, farmasi, kosmetik, transportasi, pariwisata, keuangan, hingga layanan digital.
"Target perdagangan senilai USD500 miliar yang tertuang dalam peta jalan D-8 sangat realistis untuk dicapai," ujar Tri Tharyat dalam pembukaan pameran produk halal D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Syarat utama tercapainya target tersebut, lanjut dia, adalah dengan memperluas implementasi Perjanjian Perdagangan Preferensial D-8 yang selama ini konsisten dipromosikan oleh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memangkas hambatan tarif dan birokrasi logistik di antara negara anggota.
"Kami membayangkan, dalam waktu dekat, bahan baku halal dapat dipasok dengan lancar dari salah satu negara D-8, diproses di negara anggota lainnya, didanai oleh institusi keuangan Islam di kawasan, bersertifikat standar pasar, dan diekspor secara kolektif ke berbagai belahan dunia," ujar Tharyat.
Lebih lanjut, Tharyat menyebut penyelenggaraan HEI 2026 di Jakarta yang berlangsung hingga 12 Juli ini menjadi tonggak sejarah penting untuk mempertemukan para regulator, investor, peneliti, dan lembaga sertifikasi.
Pameran perdana ini dilaporkan sukses menarik ratusan eksportir dan pembeli dari negara anggota D-8 serta sejumlah negara mitra di luar blok, termasuk Palestina, Prancis, Belanda, India, Sri Lanka, Djibouti, dan Filipina. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: D-8 Halal Expo Indonesia Resmi Dibuka, Targetkan Volume Dagang hingga Rp9 Kuadriliun