RI-Belarus Perkuat Kerja Sama Bidang Pertanian Modern dan Manufaktur

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko (kiri) memberikan pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

RI-Belarus Perkuat Kerja Sama Bidang Pertanian Modern dan Manufaktur

Achmad Zulfikar Fazli • 2 July 2026 15:49

Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Belarus akan memperkuat kerja sama di sejumlah bidang. Di antaranya pengembangan sektor pertanian modern, perdagangan dan manufaktur, serta mendukung ketahanan pangan.

"Di bidang ketahanan pangan, kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk alat dan teknologi pertanian, serta alat berat," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama dengan Presiden Republik Belarusia Alexandr Lukaseho di Istana Merdeka, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.

Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia-Belarus juga telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama periode 2026–2030. Peta jelan tersebut akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral kedua negara selama lima tahun ke depan.

Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional di ndonesia maupun Belarus. Kerja sama ke depan akan fokus di bidang pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok dan pengembangan teknologi.

Presiden Prabowo Subianto. Dok. Tangkapan Layar

Presiden Prabowo juga mengapresiasi Belarus yang sudah meratifikasi Perjanjian Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) Free Trade Agreement. Prabowo mengatakan Indonesia sedang melakukan proses ratifikasi.

"Di bidang industri, kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat dan agroindustri," tutur Presiden.

Kedua negara juga mempererat kerja sama di bidang sosial budaya dan pembangunan sumber daya manusia melalui pertukaran budaya serta penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU di sektor kesehatan, budaya akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, serta jasa keuangan.

(Achmad Zulfikar Fazli)