2.000 Taruna Akmil dan Akpol Diterjunkan Isi MPLS di Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau Sekolah Rakyat (SR) Gulurejo di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 6 Juli 2026. Dokumentasi/Humas Pemkab Kulon Progo

2.000 Taruna Akmil dan Akpol Diterjunkan Isi MPLS di Sekolah Rakyat

Ahmad Mustaqim • 7 July 2026 11:41

Yogyakarta: Sebanyak 2.000 taruna dari Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) diterjunkan untuk mengisi masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR). Para taruna tersebut dilibatkan di ratusan SR di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan setiap SR akan didampingi lima taruna Akmil dan lima taruna Akpol selama lima hari. Pelibatan para taruna bertujuan membiasakan kedisiplinan siswa, mulai dari merapikan tempat tidur, membersihkan toilet atau kamar mandi, hingga manajemen kedisiplinan personal.

"Siswanya perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Guru-gurunya juga perlu mendalami setiap potensi siswa agar pendampingannya tepat dan siswa bisa menemukan talent-nya dengan baik," kata Saifullah di Sekolah Rakyat Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 6 Juli 2026.

MPLS akan dilaksanakan di SR Gulurejo. SR Gulurejo merupakan satu dari tiga SR di DIY yang mulai berkegiatan. Dua SR lain berada di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, dan Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

 



Gus Ipul sapaan karibnya menyampaikan Sekolah Rakyat menerapkan MPLS selama dua pekan. Ketentuan ini berbeda dengan sekolah lain yang menyelenggarakan MPLS hanya sepekan.

"Nantinya kemudian dilanjutkan dengan program matrikulasi khusus selama tiga bulan," kata Gus Ipul.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menginginkan operasional SR Gulurejo melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja. Beberapa pos yang dapat diisi di antaranya petugas keamanan atau satpam dan petugas kebersihan.

"Pelibatan warga lokal sangat penting karena mereka lebih memahami situasi dan kondisi wilayah setempat. Hal ini sekaligus dapat memberikan dampak perputaran ekonomi bagi lingkungan sekitar sekolah sejak awal beroperasi," ucap Ambar.



Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Antara.

(Whisnu M)