Lebih dari 100 Aparat Keamanan Tewas dalam Protes Anti-Pemerintah di Iran

Gelombang protes anti-pemerintah mengguncang Iran sejak 28 Desember 2025. (Anadolu Agency)

Lebih dari 100 Aparat Keamanan Tewas dalam Protes Anti-Pemerintah di Iran

Willy Haryono • 11 January 2026 19:01

Teheran: Sedikitnya 109 anggota aparat keamanan Iran dilaporkan tewas dalam kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah negara itu dalam beberapa hari terakhir. Laporan tersebut menyebutkan angka korban dari kalangan aparat, tanpa merinci jumlah korban dari pihak demonstran.

Gelombang protes anti-pemerintah mengguncang Iran sejak 28 Desember, bermula di Pasar Raya Teheran. Aksi tersebut dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke berbagai kota lain.

Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 11 Januari 2026, hingga kini belum ada data resmi mengenai total korban jiwa. Namun, sebuah kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 116 orang, dengan lebih dari 2.600 orang ditahan selama aksi berlangsung.

Seorang dokter di Teheran, yang berbicara tanpa menyebutkan identitas, menyebut sedikitnya enam rumah sakit di ibu kota mencatat “setidaknya 217 kematian demonstran, sebagian besar akibat tembakan peluru tajam.”

Sementara itu di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan serangan ke Iran, jika Teheran bertindak buruk kepada demonstran anti-pemerintah.

The New York Times melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan secara serius opsi-opsi tersebut, meski belum mengambil keputusan final.

Menurut laporan tersebut, opsi yang dipaparkan kepada Trump mencakup kemungkinan serangan terhadap target non-militer di ibu kota Iran, Teheran. Sejumlah skenario juga melibatkan serangan terhadap aparat keamanan Iran yang menangani aksi protes.

Namun demikian, otoritas Amerika Serikat disebut menyadari bahwa langkah tersebut berisiko memicu dampak berbalik, termasuk kemungkinan serangan balasan terhadap personel militer dan diplomat AS di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Iran Tegaskan AS dan Israel Akan Jadi Target Sah Jika Washington Menyerang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)