OJK Buka Suara soal Target IHSG 10.000, Ini Syarat Utamanya

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

OJK Buka Suara soal Target IHSG 10.000, Ini Syarat Utamanya

Ade Hapsari Lestarini • 9 January 2026 18:11

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan optimisme terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan menyentuh level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.

"Tentunya, bilamana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers RDKB Desember 2025 secara daring di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 9 Januari 2026.

Inarno juga menekankan pentingnya mencermati pergerakan indeks, selain dipengaruhi oleh faktor fundamental emiten itu sendiri, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik domestik maupun global. Ia pun kembali mengingatkan, keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan serta pengelolaan risiko yang baik. Adapun dari sisi regulator, pihaknya terus memastikan pasar berjalan secara teratur, wajar dan efisien.

"Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat, berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek," kata dia.
 

 

Kebijakan di pasar saham


Pada tahun ini, beberapa kebijakan di pasar saham yang juga perlu menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas emiten melalui penyesuaian aturan batas free float saham serta peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik.

Terkait kebijakan free float, Inarno mengatakan hal ini merupakan kebijakan pendalaman pasar dengan spektrum jangka panjang sehingga dalam penyusunannya perlu pertimbangan yang matang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk asosiasi hingga investor institusi.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.


Saat ini, ujar dia, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan free float secara komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek seperti peningkatan likuiditas, perlindungan investor, minat investor, besaran market cap, daya serap pasar, masa transisi yang sesuai, dan upaya menjaga minat korporasi domestik untuk go public.

"Tentunya dengan memperhatikan kondisi dan juga dinamika pasar, kebijakan free float ini rencananya kita terbitkan pada 2026. Tentunya bertahap," kata Inarno.
   

Kinerja solid pasar modal Indonesia


Pasar modal Indonesia menutup 2025 dengan kinerja yang solid. IHSG ditutup pada level 8.646,94 pada 30 Desember 2025, menguat 1,62 persen secara month-to-month (mtm) atau 22,13 persen secara year-on-year (yoy).

Sepanjang 2025, IHSG membukukan rekor all-time high sebanyak 24 kali. Adapun level tertinggi IHSG 2025, tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sebesar Rp16 ribu triliun pada tanggal yang sama.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG akan terus melanjutkan tren penguatan pada 2026 usai menembus rekor tertinggi 9.000,54 pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026 pukul 10.05 WIB.

Ia juga menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi perekonomian Indonesia. Purbaya mengatakan, membaiknya sentimen investor dinilai berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi pasar.

Dalam tiga bulan terakhir, aliran dana investor, baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia.

"Jadi kalau kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalau gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat," kata Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)