Machado Siap Kembali ke Venezuela, Yakin Akan Menang Telak dalam Pemilu

Tokoh oposisi Venezuela Maria Corina Machado. (Anadolu Agency)

Machado Siap Kembali ke Venezuela, Yakin Akan Menang Telak dalam Pemilu

Willy Haryono • 7 January 2026 06:21

Caracas; Tergulingnya Presiden Nicolas Maduro menyusul operasi militer Amerika Serikat membuka fase transisi yang penuh ketidakpastian di Venezuela. Tokoh oposisi utama negara itu, Maria Corina Machado, menyatakan siap kembali ke tanah air dan mendorong penyelenggaraan pemilu, seraya memprediksi kemenangan telak jika pemilihan dilakukan secara bebas dan adil.

“Saya berencana kembali ke Venezuela sesegera mungkin,” kata Machado, 58 tahun, dalam wawancara dengan program Hannity di Fox News. Ia tidak mengungkap lokasi keberadaannya saat ini maupun rincian waktu dan cara kepulangannya.

Dilansir dari India Today, Rabu, 7 Januari 2026, Machado menegaskan masa transisi harus segera bergerak maju menuju demokrasi. Menurutnya, dalam pemilu yang bebas dan adil, gerakan oposisi akan meraih lebih dari 90 persen suara.

Ia diketahui melarikan diri dari Venezuela pada Oktober lalu dengan menyamar untuk bepergian ke luar negeri, setelah menghadapi tekanan hukum di dalam negeri. Hingga kini, Machado masih berada dalam penyelidikan otoritas Venezuela atas dugaan menghasut pemberontakan militer.

Dalam pernyataannya, Machado juga menyebut ingin secara pribadi menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian yang ia terima atas perannya menjatuhkan Maduro kepada Presiden AS Donald Trump, serta menegaskan bahwa transisi di Venezuela harus diarahkan menuju pemilihan umum demokratis.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketidakpastian politik, karena sebagian besar tuas kekuasaan negara masih dikuasai loyalis Partai Sosialis yang sebelumnya mendukung Maduro.

Trump sendiri menyatakan pemilu dini belum realistis. Menurutnya, Venezuela tidak akan menggelar pemilihan dalam 30 hari ke depan karena kondisi negara masih perlu dipulihkan. “Kami harus memperbaiki negara ini terlebih dahulu. Tidak mungkin rakyat bisa langsung memilih,” ujarnya.

Kekuasaan Masih Dipegang Loyalis Maduro

Meski Maduro telah ditangkap, sebagian besar aparatur negara masih berada di bawah kendali tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan pemerintahannya. Delcy Rodriguez, sekutu dekat Maduro, secara resmi dilantik pada Senin sebagai Presiden Sementara Venezuela.

Machado mengkritik keras Rodriguez dan menudingnya sebagai aktor utama dalam praktik represi dan aktivitas kriminal. Ia menyebut Rodriguez terlibat dalam penyiksaan, persekusi, korupsi, serta perdagangan narkotika, dan menyoroti kedekatannya dengan Rusia, China, dan Iran.

Trump mengisyaratkan kemungkinan bekerja sama dengan Rodriguez dan pejabat senior lainnya demi menjaga stabilitas negara.

Di dalam negeri, aparat keamanan terlihat berjaga di jalan-jalan. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello tampak mendampingi unit bersenjata, sementara pemerintah memerintahkan penangkapan terhadap siapa pun yang dituduh berkolaborasi dengan operasi militer AS.

Pemerintah menyatakan operasi tersebut menewaskan 55 personel militer Venezuela dan Kuba. Sebanyak 14 jurnalis sempat ditahan singkat di Caracas pada Senin, sementara tembakan ke udara terdengar sepanjang malam, yang menurut otoritas bertujuan mencegah penggunaan drone tanpa izin.

Baca juga:  Maria Machado Ingin Berbagi Nobel Perdamaian 2025 dengan Trump

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)