Pembekalan relawan pendidikan Yayasan Sukma Bangsa dan Media Group. Metro TV
Yayasan Sukma Bangsa dan Media Group Kirim Ratusan Relawan Pendidikan ke Sekolah Terdampak Bencana Aceh
8 January 2026 13:27
Banda Aceh: Yayasan Sukma Bangsa bersama Yayasan Media Group akan mengirimkan ratusan relawan pendidikan ke sejumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Para relawan ini akan ditugaskan di sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendukung pemulihan aktivitas belajar.
Sebagai tahap awal, sebanyak 40 orang relawan telah direkrut dan mendapatkan pelatihan serta pembekalan khusus. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Yayasan Sukma Bangsa dan Media Group di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen. Para relawan dibekali dengan ilmu kerelawanan dan keterampilan sosial untuk menghadapi masyarakat dan anak-anak korban bencana.
Pembekalan dan pelatihan para relawan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari. Harapannya, para relawan benar-benar tangguh dan siap saat ditugaskan di beberapa lokasi terdampak di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Bangsa Ahmad Baidhowi pada tahap pertama pihaknya akan mengirim 40 relawan yang dilatih dari Sekolah Sukma Bangsa Bireuen. Mereka akan bertugas di sejumlah lokasi yang masih terisolasi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Tugas utama mereka adalah menjadi tenaga pendidik di sejumlah sekolah yang hingga saat ini aktivitas belajar mengajarnya belum pulih sepenuhnya pascabencana.
“Setelah dikirim tahap pertama, nantinya tahap berikutnya akan segera menyusul sesuai jumlah relawan yang dibutuhkan setiap daerah yang paling terdampak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu,” ujar Baidhowi, Kamis, 8 Januari 2026.
Langkah ini diharapkan dapat membantu memulihkan pendidikan anak-anak di daerah bencana. Kehadiran relawan pendidikan diharapkan dapat mengisi kekurangan tenaga pengajar sekaligus memberikan pendampingan psikososial bagi siswa yang mengalami trauma. (Muhammad)

Tenda posko yang difungsikan sebagai sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak di Pidie Jaya. Foto: Dok istimewa