Palu Masuk KLB Campak, Capai 426 Kasus

Ilustrasi penyakit campak. (ANTARA/HO-Sutterstock)

Palu Masuk KLB Campak, Capai 426 Kasus

Media Indonesia • 7 April 2026 14:27

Palu: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa Kota Palu, Sulawesi Tengah, terdapat 426 kasus campak terjadi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, menyampaikan bahwa Palu menempati peringkat ke-10 dari sekitar 30 kabupaten/kota yang masuk kategori KLB campak secara nasional.

"Berdasarkan surat dari Kementerian, Kota Palu dinyatakan masuk dalam kejadian luar biasa campak,” ujar Rochmat, Selasa, 7 April 2026.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palu bergerak cepat dengan melakukan berbagai langkah penanganan. Salah satunya melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) yang telah dimulai sejak 1 April 2026.

“Kami sudah melaksanakan ORI sejak 1 April,” kata Rochmat.


Ilustrasi campak. (Freepik)

Program ORI tersebut menyasar sekitar 23 ribu balita usia 9 hingga 59 bulan yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Palu.  Menurut Rochmat, langkah ini bertujuan meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan herd immunity, sehingga kekebalan komunitas terhadap campak dapat terbentuk,” ujar dia.

Rochmat mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Pengalaman saat pandemi Covid-19 diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam menghadapi wabah penyakit menular.

“Kita tidak perlu takut, tetapi harus tetap waspada,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, memastikan anak mendapat istirahat cukup, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Serta, masyarakat  diharapkan selalu mencuci tangan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Peran masyarakat sangat penting. Pemerintah memfasilitasi dan memberikan edukasi, namun partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama,” pungkas Rochmat. (MI/TB)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)