Survei INSS: Kepercayaan Publik Israel Terhadap Efektivitas Perang Lawan Iran Menurun

Kehancuran di sebuah gedung Tel Aviv, Israel akibat serangan Iran. Foto: Anadolu

Survei INSS: Kepercayaan Publik Israel Terhadap Efektivitas Perang Lawan Iran Menurun

Muhammad Reyhansyah • 3 April 2026 19:10

Tel Aviv: Sebuah jajak pendapat yang dilakukan lembaga think tank keamanan terkemuka Israel menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam opini publik terkait efektivitas perang melawan Iran.

Menurut laporan yang dikutip dari Kelompok Ibrani Tasnim News Agency, survei yang dilakukan Institute for National Security Studies (INSS) menunjukkan bahwa penilaian publik Israel terhadap tingkat kerusakan yang kemungkinan dialami Iran akibat perang terus menurun.

Pada hari-hari awal perang, sebanyak 69 persen responden memperkirakan Iran akan mengalami kerusakan besar, namun kini hanya 43,5 persen yang masih memiliki pandangan tersebut.

Penurunan serupa juga terlihat dalam penilaian terhadap dampak perang terhadap program nuklir Iran. Pada awal perang, 62,5 persen responden meyakini program tersebut akan mengalami kerusakan besar, sementara saat ini angkanya turun menjadi 48 persen.

Hal yang sama terjadi pada isu rudal balistik Iran. Persentase responden yang menilai bahwa rudal balistik Iran akan mengalami kerusakan besar turun dari 73 persen menjadi 58,5 persen.

Pada saat yang sama, dukungan untuk melanjutkan operasi militer hingga menggulingkan Negara Persia itu juga terus menurun, dari 63 persen pada hari-hari awal perang menjadi 54 persen setelah sekitar dua minggu, dan kini turun lagi menjadi 45,5 persen.

Di front utara, opini publik terpecah mengenai kemungkinan Hizbullah dapat dilucuti. Tingkat kepercayaan terhadap pemerintah Israel dalam menangani isu ini tetap rendah, yakni hanya sekitar 30 persen, disertai polarisasi politik yang kuat.

Selain itu, sebanyak 63 persen populasi Yahudi percaya bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Israel benar ketika mengatakan bahwa militer Israel sedang berada dalam kondisi yang memburuk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)