Kakorlantas Polri: Fatalitas Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Turun 30,41%

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Dok. Metro TV)

Kakorlantas Polri: Fatalitas Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Turun 30,41%

Duta Erlangga • 31 March 2026 14:40

Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Penurunan juga terjadi pada tingkat fatalitas korban meninggal dunia.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan secara umum pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan dengan baik. Arus mudik maupun arus balik dinilai dapat dikelola melalui berbagai skenario rekayasa lalu lintas.

"Untuk evaluasi laka lantas juga ada penurunan. Laka lantas fatalitas korban meninggal dunia itu turun 30,41 persen. Untuk peristiwa kecelakaannya turun 5 sekian persen," kata Agus dikutip dari program Metro Siang, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Agus, arus balik Lebaran tahun ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 24 Maret 2026 dengan penerapan one way nasional yang dipimpin Kapolri. Tahap kedua dilaksanakan pada 28-29 Maret 2026.

Korlantas juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dari KM 263 hingga KM 70. Selanjutnya, diterapkan contraflow di lajur satu dari KM 70 hingga KM 55 untuk mengurai kepadatan kendaraan.

"Alhamdulillah, arus balik tahap kedua ini cukup terkendali," ujar Agus.
 


Ia menjelaskan, volume kendaraan tertinggi terjadi pada arus balik tahap pertama dengan jumlah kendaraan mencapai 256.338. Sementara pada tahap kedua, arus lalu lintas relatif lebih landai dan terkendali.

Meski demikian, kepadatan masih terjadi di jalur arteri seiring penerapan rekayasa lalu lintas di jalan tol. Untuk itu, jajaran kepolisian di daerah terus disiagakan guna memastikan kelancaran arus kendaraan.

Agus juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB). Kebijakan ini bertujuan memprioritaskan kelancaran perjalanan pemudik.

Ia menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga aspek keselamatan. Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas menjadi indikator penting dalam mewujudkan tema 'Mudik Aman, Warga Bahagia'.

Keberhasilan tersebut, lanjut Agus, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk penerapan kebijakan work from anywhere (WFA), pembatasan kendaraan, serta kesiapan pos pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur mudik.


                                                

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Patrick Pinaria)