Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Foto: Anadolu
Negara Arab Kecam Kunjungan Menteri Israel ke Kompleks Masjid Al-Aqsa
Muhammad Reyhansyah • 7 April 2026 12:17
Yerusalem: Sejumlah Negara Arab mengecam tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.
Mengutip TRT World, Selasa, 7 April 2026, reaksi tersebut muncul setelah Direktorat Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan bahwa Ben-Gvir memasuki kompleks masjid melalui Gerbang Maroko dan berkeliling di halaman kawasan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam tindakan itu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia.” Doha juga menegaskan penolakannya terhadap upaya mengubah status situs tersebut dan menyerukan komunitas internasional untuk menghadapi pelanggaran berulang Israel di Yerusalem.
Yordania turut mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai provokasi yang tidak dapat diterima serta pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Kementerian Luar Negeri Yordania menuduh Israel berupaya menerapkan pembagian waktu dan ruang di lokasi tersebut.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyebut insiden tersebut sebagai “serangan terang-terangan,” seraya menyoroti bahwa tindakan itu terjadi di tengah kebijakan otoritas Israel yang terus membatasi akses jemaah Muslim ke lokasi tersebut.
Kelompok Hamas juga mengkritik langkah Ben-Gvir, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut mencerminkan upaya Israel untuk menerapkan kebijakan “Yudaisasi” dan menguasai penuh kompleks masjid.
Salah satu pemimpin Hamas, Abdul Rahman Shadid, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan “kebijakan pendudukan terorganisir paling berbahaya” terhadap situs tersebut.
Otoritas Israel dilaporkan telah menutup Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Kudus selama 38 hari berturut-turut dengan alasan “status darurat” sejak dimulainya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari.