Ilustrasi. Foto: Freepik.
Cuan di Bursa Saham AS Berlanjut, Dipicu Meredanya Risiko Geopolitik
Husen Miftahudin • 4 August 2026 08:21
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat setelah harga minyak melemah seiring meredanya ketegangan geopolitik. Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan memilih melanjutkan jalur diplomasi.
Mengutip Xinhua, Selasa, 4 Agustus 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 693,38 poin atau 1,32 persen ke level 53.178,41. Sementara itu, S&P 500 menguat 110,78 poin atau 1,48 persen menjadi 7.600,50. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak 540,04 poin atau 2,13 persen ke posisi 25.913,90.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sebanyak delapan sektor ditutup di zona hijau. Sektor layanan komunikasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,3 persen, diikuti sektor barang konsumsi nonprimer yang menguat 2,68 persen.
Sebaliknya, sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,23 persen, disusul sektor barang konsumsi primer yang melemah 0,31 persen.
Penurunan risiko geopolitik tekan harga minyak
Penguatan pasar terjadi setelah Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran pada akhir pekan. Ia juga menyampaikan pembicaraan diplomatik bilateral antara kedua negara kembali dilanjutkan pada Senin, 4 Agustus 2026. Meredanya premi risiko geopolitik turut menekan harga minyak dunia.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak September turun USD4,33 atau 5,11 persen menjadi USD80,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak Oktober melemah USD4,16 atau 4,73 persen menjadi USD83,77 per barel di ICE Futures London.
Di tengah penguatan pasar, saham AstraZeneca justru terkoreksi 6,88 persen setelah muncul laporan media mengenai pembicaraan awal merger dengan Bristol Myers Squibb.
Sebaliknya, saham Nvidia naik hampir tiga persen. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar perusahaan pembuat chip kecerdasan buatan (AI) itu melampaui USD5 triliun sekaligus kembali menjadi perusahaan publik dengan nilai pasar terbesar di dunia.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Pasar nantikan musim laporan keuangan
Pelaku pasar juga bersiap menghadapi pekan padat laporan keuangan emiten. Palantir telah merilis kinerja kuartal II yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan komersial lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah laporan dipublikasikan usai penutupan perdagangan, saham perusahaan tersebut melonjak lebih dari 10 persen.
Investor juga menunggu laporan keuangan berikutnya dari SpaceX, di tengah pergerakan saham perusahaan yang diperdagangkan mendekati level terendah sepanjang sejarah.
Dari sisi makroekonomi, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur meningkat 2,3 poin dari Juni menjadi 55,6 pada Juli. Angka di atas level 50 menandakan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.
Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada laporan non-farm payrolls (NFP) yang dijadwalkan dirilis pada Jumat. Data tersebut diperkirakan kembali menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS selama Juli.