Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
Perkuat Kemandirian Maritim, Proses Konsolidasi Galangan Kapal Dibidik Kelar Semester I
Husen Miftahudin • 13 February 2026 10:40
Jakarta: Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menargetkan proses konsolidasi industri galangan kapal nasional di bawah PT PAL Indonesia (Persero) dapat rampung pada semester pertama tahun ini.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan konsolidasi galangan kapal dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas industri dalam negeri, terutama dalam mendukung pengembangan armada kapal tangkap serta industri maritimnya.
"Konsolidasinya saya pastikan selesai dan mungkin semester I sudah selesai untuk konsolidasi di bagian galangan kapal kita," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 13 Februari 2026.
Langkah konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya restrukturisasi industri perkapalan untuk memperkuat kemandirian sektor maritim nasional.
Dony menjelaskan, konsolidasi galangan kapal akan berada di bawah koordinasi PAL Indonesia. Restrukturisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat daya saing industri, serta memenuhi kebutuhan pengadaan kapal nasional yang diproyeksikan terus meningkat.
Menurut dia, penguatan industri galangan kapal juga berkaitan dengan strategi pemerintah dalam mengoptimalkan potensi perikanan laut nasional. Dengan kemampuan produksi kapal yang lebih kuat, pemerintah menargetkan pengelolaan sumber daya kelautan dapat dilakukan secara lebih mandiri.
Ia menilai selama ini penguasaan sektor perikanan laut masih melibatkan pihak asing. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas industri dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi maritim.
"Dengan kita mengoptimalkan dan melakukan pembaruan terhadap kemampuan negara kita sendiri, dan mengelola hasil laut kita, itu akan banyak sekali manfaat ekonominya ke depan," terang Dony.
| Baca juga: Insentif Fiskal Bakal Dongkrak Industri Galangan Kapal Nasional |

(Ilustrasi industri galangan kapal. Foto: Istimewa)
Buka peluang lapangan kerja baru
Selain memperkuat industri maritim, konsolidasi galangan kapal juga diproyeksikan membuka peluang lapangan kerja baru. Dony menyebut peningkatan jumlah pesanan kapal berpotensi menyerap tenaga kerja baru.
Ia juga menambahkan, penguatan industri galangan kapal merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis sektor fundamental.
Sebelumnya, PT PAL Indonesia sedang disiapkan menjadi induk atau holding khusus bagi galangan kapal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari konsolidasi industri maritim nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebutkan kajian mengenai pembentukan holding tersebut saat ini sedang dibahas di Danantara.
"Danantara sedang melakukan konsolidasi industri galangan kapal BUMN. PT PAL diperintahkan untuk menjadi induk dari galangan-galangan kapal BUMN. Tetapi bentuknya seperti apa, ini masih dalam proses pembahasan," kata Kaharuddin.
Ia menjelaskan kajian konsolidasi sudah berjalan sejak tahun lalu dan mencakup empat BUMN yang memiliki galangan kapal, yakni PT PAL Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DPKB), PT Dok & Perkapalan Surabaya (DPS), dan PT Industri Kapal Indonesia (IKI).