Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa
Lestari Moerdijat Dorong Ketersediaan Akses bagi Disabilitas di Sektor Pembangunan
M Sholahadhin Azhar • 12 February 2026 14:55
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, mendorong percepatan ketersediaan akses bagi disabilitas. Agar, mampu berperan aktif dalam setiap proses pembangunan.
"Berbagai upaya dalam mempermudah akses komunikasi bagi penyandang disabilitas harus mendapat dukungan semua pihak, sebagai bagian upaya membuka kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Februari 2026.
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pekan lalu, memperkuat sinergi antarlembaga. Yakni, untuk memenuhi hak penyandang disabilitas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), tentang penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan ekosistem bahasa isyarat.
Melalui kerja sama itu, Kemenko PMK dan BRIN berkomitmen menyusun rekomendasi kebijakan pembangunan ekosistem bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya penguatan aksesibilitas dan inklusivitas pembangunan.
Upaya membangun ekosistem bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas, menurut Lestari, merupakan langkah strategis untuk membuka akses komunikasi yang setara bagi setiap warga negara.
Apalagi, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, data BPS 2024 mencatat lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia, sepertiganya belum menamatkan pendidikan dasar, partisipasi kerja hanya 23,94%, serta tingkat kemiskinan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, berpendapat bahwa kondisi tersebut diperparah dengan masih rendahnya kesadaran publik, keterbatasan akses komunikasi, dan fasilitas fisik maupun digital yang belum sepenuhnya ramah disabilitas.
.jpeg)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, pembangunan ekosistem bahasa isyarat yang direncanakan pemerintah dapat benar-benar mempermudah akses penyandang disabilitas dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas.
Rerie mendorong semua pihak terkait di tingkat pusat dan daerah dapat bekerja sama dengan baik membangun kemudahan akses bagi setiap anak bangsa agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata di seluruh Tanah Air.