Koordinator program hapus tato gratis dari Baznas Bazis DKI Jakarta Asep Wahyudi di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Peserta Hapus Tato Diimbau Jaga Area Bekas Laser dari Air dan Sabun
Siti Yona Hukmana • 3 March 2026 15:26
Jakarta: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta mengimbau peserta yang mengikuti program hapus tato gratis untuk menjaga area bekas laser. Area tersebut tidak boleh terkena air dan sabun selama tiga hari ke depan.
"Selesai tindakan, peserta kita imbau tidak boleh kena air itu kurang lebih sampai tiga hari. Jangan kena sabun juga selama tiga hari," kata Koordinator program hapus tato gratis dari Baznas Bazis DKI Jakarta Asep Wahyudi di Kantor Walikota Jakarta Timur, seperti dilansir dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
Dia menekankan pentingnya perawatan luka pascatindakan hapus tato. Peserta harus disiplin menjaga area bekas laser agar proses pemulihan berjalan optimal.
Menurut Asep, efek penghapusan tato dengan laser akan meninggalkan luka menyerupai luka bakar ringan. Oleh karena itu, peserta tidak diperbolehkan menggaruk area tersebut dan harus menghindari kontak dengan air selama kurang lebih tiga hari.
"Peserta juga tidak boleh asal menggaruk area setelah ditindak oleh laser," ucap Asep.
Seperti diketahui, Baznas DKI Jakarta menerapkan prosedur skrining yang ketat dalam pelaksanaan program hapus tato gratis di Jakarta. Skrining kesehatan wajib diikuti peserta hapus tato untuk memastikan keamanan dan kesehatan seluruh peserta.
Pemeriksaan itu meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) guna mengetahui kondisi awal kesehatan peserta. Selain itu, peserta menjalani pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan hepatitis B, hepatitis C, serta kadar gula darah.
Setelah hasil darah keluar, peserta akan berkonsultasi dengan dokter. Kemudian, dokter membacakan hasil laboratorium dan memberikan arahan terkait tindakan serta perawatan pascatindakan.
Sebelum proses penghapusan tato dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan krim anestesi untuk mengurangi rasa nyeri. Krim ini didiamkan selama kurang lebih 15 hingga 20 menit agar bekerja optimal. Setelah efek anestesi bekerja, barulah tindakan penghapusan tato dilakukan oleh tenaga medis.

Kegiatan hapus tato gratis oleh Baznas DKI Jakarta. Foto: Antara
Setelah tato dihapus, peserta tidak langsung dipulangkan begitu saja. Mereka diberikan salep khusus untuk perawatan luka serta obat pereda nyeri guna membantu proses pemulihan. Dengan prosedur yang terstruktur dan pengawasan medis yang ketat, Baznas Bazis DKI Jakarta berharap program tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri, tetapi juga memastikan aspek kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Baznas/Bazis DKI Jakarta kembali membuka layanan hapus tato gratis bagi individu yang ingin berhijrah di berbagai wilayah Jakarta selama Ramadan 2026. Layanan itu tersedia di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada 23-24 Februari 2026, dan Aula Masjid Assahara di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada 24 Februari 2026. Kemudian, di Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 26 Februari 2026, serta Aula Serbaguna Blok C di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 3 Maret 2026.
Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato, dengan target 1.000 peserta. Calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar dengan melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang ingin dihapus.
Nantinya, mereka dimasukkan ke dalam grup WhatsApp Layanan Hapus Tato di wilayah masing-masing, dan harus melakukan daftar ulang di lokasi kegiatan. Layanan itu terbuka bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).