Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. Foto: EFE
Tiongkok Kirim Utusan Khusus untuk Mediasi Konflik Timur Tengah
Fajar Nugraha • 5 March 2026 19:08
Beijing: Pemerintah Tiongkok akan mengirim utusan khusus ke Timur Tengah guna terlibat dalam upaya mediasi dengan negara-negara di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi, 4 Maret 2026 dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua News Agency.
Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri United Arab Emirates Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Wang menegaskan bahwa bahkan dalam situasi konflik sekalipun “garis merah untuk melindungi warga sipil tidak boleh dilanggar.”
Dikutip dari Anadolu, Kamis, 5 Maret 2026, ia juga menyampaikan dukungan Beijing terhadap penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari.
Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 850 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta lebih dari 150 siswi sekolah dasar.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan lokasi-lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat di negara-negara Teluk, menimbulkan sejumlah korban jiwa. Enam personel militer AS dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.
Wang pada Selasa juga menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap Iran tidak akan menyelesaikan krisis.
Awal pekan ini, Wang turut mendesak Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi agar memperhatikan “kekhawatiran yang wajar” dari negara-negara tetangga.
Tiongkok sebelumnya berulang kali menyatakan penolakan terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Senin, Beijing juga mengecam serangan terhadap anak-anak di zona konflik setelah laporan mengenai serangan udara Israel yang menewaskan puluhan siswi sekolah di Iran.