Duta FFI 2026, Nirina Zubir. dok: MTVN/Putri Purnama
Jadi Duta FFI 2026, Nirina Zubir Ingin Film Indonesia Dikenal di Internasional
Putri Purnama Sari • 19 September 2026 11:20
Jakarta: Aktris sekaligus Duta Festival Film Indonesia (FFI) 2026, Nirina Zubir, melihat adanya perubahan dalam industri perfilman Indonesia dari masa ke masa. Menurutnya, film Indonesia kini semakin beragam, baik dari sisi genre maupun cerita yang diangkat.
Nirina yang telah berkecimpung di dunia perfilman sejak usia muda mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik untuk dilihat dalam perjalanan industri film Tanah Air.
Ia menilai perfilman Indonesia saat ini tidak lagi hanya didominasi oleh genre tertentu. Jika sebelumnya film yang banyak mendapat perhatian masyarakat cenderung berasal dari genre horor dan komedi, kini semakin banyak cerita dengan warna yang berbeda.
"Genre sih, kalau kita lihat sekarang film Indonesia itu lebih berwarna," kata Nirina kepada Metrotvnews.com, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Nirina, keberagaman tersebut terlihat dari semakin banyaknya film yang menghadirkan cerita dan karakter yang berbeda. Bahkan, film dengan cerita anak-anak pun kini mendapat ruang dan perhatian dari penonton.
Perubahan tersebut juga terlihat dari semakin luasnya apresiasi masyarakat terhadap karya film Indonesia. Menurut Nirina, sebuah film kini bisa mendapatkan apresiasi dengan jumlah penonton yang cukup besar.
"Apresiasinya sekarang yang nonton bisa sampai puluhan juta, wow keren banget dan pemerannya itu anak anak," lanjutnya.
Menurut Nirina, perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi perfilman Indonesia untuk terus tumbuh. Bukan hanya dari sisi jumlah penonton di dalam negeri, tetapi juga dari keberagaman cerita dan potensi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
Harapan untuk Film Indonesia
Melihat perkembangan tersebut, Nirina berharap film Indonesia ke depan tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga semakin dikenal di Asia Tenggara hingga pasar internasional."Inginnya maksudnya skala penjualannya juga bisa lebih luas bukan hanya Indonesia, tapi minimal ke Asia," ujarnya.
Menurutnya, semakin luasnya jangkauan film Indonesia juga dapat ikut mengangkat berbagai potensi Tanah Air, mulai dari pariwisata, kuliner, hingga tradisi.
"Tradisi itu penting banget kan, dan kita punya banyak. Jadi ya inginnya lebih diekspos lagi," tambah Nirina.
Nirina melihat perkembangan tersebut mulai terjadi. Produksi film Indonesia kini semakin banyak dilakukan di berbagai daerah, tidak hanya berpusat di Pulau Jawa tetapi juga kota-kota lainnya.
Ia berharap keberagaman tersebut semakin terekspos melalui film sehingga masyarakat dunia dapat melihat bahwa Indonesia memiliki banyak sekali potensi, bukan hanya Bali.
Bagi Nirina, film tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan cerita, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan semakin banyaknya cerita dari berbagai daerah, potensi tersebut diharapkan dapat ikut dikenal melalui karya film Indonesia.