Pemilu Parlemen Rusia Dimulai, Kali Pertama Sejak Perang Ukraina

Rusia menggelar pemilu parlemen selama tiga hari pada 18-20 September 2026. (Anadolu Agency)

Pemilu Parlemen Rusia Dimulai, Kali Pertama Sejak Perang Ukraina

Willy Haryono • 19 September 2026 15:18

Moskow: Rusia memulai pemungutan suara pemilu parlemen pada Jumat, yang akan berlangsung selama tiga hari hingga 20 September mendatang untuk memilih 450 anggota State Duma, majelis rendah parlemen Rusia.

Sekitar 111 juta pemilih terdaftar dalam pemilu tersebut. Separuh dari 450 kursi Duma ditentukan melalui daftar partai, sedangkan separuh lainnya diperebutkan melalui daerah pemilihan beranggota tunggal.

Selain pemilu parlemen, pemungutan suara untuk legislatif regional juga berlangsung di 39 wilayah. Pemilih juga menentukan gubernur dan anggota dewan lokal di sejumlah wilayah.

Melansir dari Hurriyet Daily News, Sabtu, 19 September 2026, Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia mencatat tingkat partisipasi sekitar 30 persen pada akhir hari pertama pemungutan suara, termasuk pemungutan suara elektronik.

Pemilu kali ini merupakan pemilihan parlemen pertama Rusia sejak invasi penuh ke Ukraina pada 2022. Partai berkuasa, United Russia, diperkirakan mempertahankan dominasinya di Duma dalam sistem politik yang dikontrol ketat Kremlin. Sejumlah kandidat dan kelompok yang menentang perang di Ukraina tidak dapat mengikuti pemilu.

Presiden Vladimir Putin sebelumnya menyerukan warga Rusia menggunakan hak pilih mereka. Ia mengaitkan pemilu dengan persatuan nasional dan dukungan terhadap pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.

Voting di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Pemungutan suara juga berlangsung di wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan Rusia, termasuk Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Voting juga digelar di Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014.

Pemungutan suara di wilayah-wilayah tersebut mendapat kecaman dari Kyiv. Pemerintah Ukraina menilai pelaksanaan pemilu Rusia di wilayah Ukraina sebagai tindakan ilegal. Aneksasi Rusia atas Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia pada 2022 juga tidak diakui secara internasional.

Pemungutan suara di sejumlah wilayah yang dikuasai Rusia bahkan telah berlangsung sejak akhir Agustus dengan alasan keamanan.

Gangguan Drone

Hari pertama pemungutan suara juga diwarnai sejumlah gangguan keamanan yang menurut pejabat Rusia berkaitan dengan serangan drone Ukraina.

Kepala Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia Ella Pamfilova mengatakan sebuah tempat pemungutan suara di wilayah Krasnodar dipindahkan ke gedung lain setelah kerusakan akibat drone menyebabkan kaca jendela pecah.

Pamfilova juga mengatakan 14 tempat pemungutan suara di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia beralih menggunakan sumber listrik cadangan setelah serangan drone merusak infrastruktur kelistrikan.

Di Sochi, Wali Kota Andrei Proshunin mengatakan petugas pemilu dan pemilih sempat berlindung selama peringatan serangan udara berlangsung.

Pemungutan suara dijadwalkan berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat pada Minggu besok. Hasil awal diperkirakan mulai muncul setelah tempat pemungutan suara ditutup.

Baca juga: Intelijen Rusia Tuduh Uni Eropa Berupaya Ganggu Pemilu September

(Willy Haryono)