JLL Media Briefing. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah
Hunian Rp600 Juta-Rp1,3 Miliar Dominasi Pasar Jabodetabek
Eko Nordiansyah • 18 August 2026 18:42
Jakarta: Pasar hunian di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menunjukkan pertumbuhan pembelian dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di tengah kondisi tersebut, segmen rumah dengan harga Rp600 juta hingga Rp1,3 miliar masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Head of Growth and Head of Strategic Consulting Jones Lang LaSalle Vivin Harsanto mengatakan, segmen harga Rp600 juta hingga Rp1,3 miliar memiliki porsi sekitar 32 persen. Rentang harga tersebut menjadi salah satu segmen yang paling banyak diminati karena menawarkan beragam pilihan hunian dengan jumlah kamar tidur yang berbeda.
”Kalau kita lihat dari market utamanya adalah di atas, jadi Rp600 juta sampai Rp1,3 miliar. Sebetulnya 30 persen, 32 persen itu di kisaran antara sweet spot-nya antara Rp600 juta sampai Rp1 miliar,” ucap Vivin Harsanto dalam JLL Media Briefing, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sementara itu, segmen harga hunian yang lebih tinggi menunjukkan kondisi yang berbeda. Hunian dengan harga Rp1,3 miliar hingga Rp3 miliar mengalami perlambatan dengan porsi 22 persen.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Skema pembiayaan untuk pembeli rumah
Untuk menarik minat pembeli, pengembang juga menawarkan berbagai skema pembiayaan yang dapat memudahkan calon pembeli. Sejumlah skema yang saat ini tersedia antara lain Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), cicilan, hingga subsidi uang muka atau Down Payment (DP).”Kalau kita lihat dari yang sekarang saja yang sudah berjalan, pembiayaan bisa terjadi di KPA, installment, kemudian juga ada DP yang disubsidi oleh developer. Itu mungkin hal-hal yang kita lihat menjadi sesuatu yang mungkin bisa dikembangkan sehingga bagi first home buyer menjadi sesuatu yang lebih mudah untuk memiliki rumah,” ucapnya.
Vivin menambahkan skema tersebut masih dapat dikembangkan untuk memudahkan pembelian rumah pertama (first home buyer). Menurutnya, intensif seperti keringanan DP dan suku bunga juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong minat masyarakat. (Tiaranissa Juliansyah)