1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Usut

Presiden Prabowo Subioanto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD 2027. Foto: TV Parlemen/Metro TV

1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Usut

Siti Yona Hukmana • 14 August 2026 11:12

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Penutupan dilakukan akhir 2025.

"Akhir tahun lalu kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung," kata Presiden Prabowo dalam pada Sidang Tahunan MPR 2026 dan Sidang Bersama DPR/DPD RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Jumat, 14 April 2026.

Presiden Prabowo mengaku telah meminta Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut kasus tambang timah ilegal itu.

"Masa (ada) 1.000 tambang pejabat TNI dan pejabat polri nggak tahu," ujar Kepala Negara.

Prabowo mengaku bicara atas nama rakyat Indonesia. Terlebih, peserta di sidang tahunan adalah wakil rakyat.

Maka itu, ia tegas meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut tuntas dan siapa pun yang terlibat harus ditindak. Menurutnya, pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri.

"Kadang-kadang kita sedih anak buah yang kita sayang yang baru kita beri bintang, naikin pangkat harus kita tindak. Tapi, demi rakyat, demi negara, demi bangsa harus kita lakukan," tegas Presiden Prabowo.

“Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia. Karena itu saya minta bener-bener Panglima TNI dan Kapolri usut. Tidak mungkin 1.000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi,” pungkas Presiden Prabowo.

(Siti Yona Hukmana)