Gunung Tanggamus. (Wikimedia Commons)
Mengenal Wilayah Tanggamus, Daerah Unggul Bidang Transparansi Administrasi
Riza Aslam Khaeron • 28 April 2026 16:03
Jakarta: Kabupaten Tanggamus sukses menorehkan prestasi gemilang melalui nominasi dalam kategori Top Regency in Transparency Administrative Governance (Kabupaten Terbaik dalam Transparansi Tata Kelola Administrasi) pada ajang bergengsi National Governance Awards (NGA) 2026 pada 24 April 2025 di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta. Apresiasi tersebut diterima langsung Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi.
Ajang yang diinisiasi oleh Metro TV bersama Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman, dan akademisi dengan tema "Sinergi Nusantara Untuk Indonesia Emas" ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30.
Perhelatan National Governance Awards 2026 ini didukung penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI), Indihome by Telkomsel, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Pertamina sebagai panggung apresiasi bagi para kepala daerah yang berhasil menghadirkan terobosan berdampak nyata.
Mendagri Tito Karnavian turut memberikan apresiasi tinggi terhadap ajang ini. Ia menyebut penghargaan ini bisa jadi penyemangat bagi para kepala daerah untuk terus bekerja secara optimal bagi masyarakat.
"Terlepas ada kepala daerah kita prihatin kena masalah hukum, banyak yang sudah bekerja keras untuk rakyatnya di tengah keterbatasan dan permasalahan yang kompleks. Terima kasih banyak kepada Media Group," ujar Tito pada Jumat, 24 April 2025.
Profil Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu wilayah di Lampung yang memadukan pesona laut, pegunungan, nilai sejarah, serta kekayaan sumber daya alam. Terletak di pesisir barat daya Provinsi Lampung, kabupaten ini berpusat di Kota Agung dan dikenal sebagai wilayah yang menghadap langsung ke Teluk Semaka, salah satu teluk terbesar di Lampung.Lanskap Tanggamus sangat variatif, mulai dari garis pantai yang panjang, dataran rendah, kawasan pertanian, hingga perbukitan dan pegunungan. Gunung Tanggamus berdiri kokoh sebagai penanda geografis sekaligus identitas daerah yang menjadi asal-usul nama kabupaten ini.
Secara administratif, sejarah modern Tanggamus dimulai sejak diresmikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997 pada 21 Maret 1997 sebagai hasil pemekaran dari wilayah Lampung Selatan.
Namun, jejak peradabannya jauh lebih tua; catatan pemerintah setempat menunjukkan Kota Agung telah memiliki struktur pemerintahan di bawah kolonial Belanda pada akhir abad ke-19, berdampingan dengan kehidupan masyarakat adat yang memegang teguh struktur lima marga.
Dengan luas daratan sekitar 2.855,46 km² and wilayah laut mencapai 1.799,50 km², Tanggamus memiliki total wilayah seluas 4.654,98 km². Portal resmi pemerintah mencatat daerah ini terdiri dari 20 kecamatan dan 299 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 638.652 jiwa.
Kondisi topografi yang didominasi perbukitan dan pegunungan (sekitar 40 persen) memberikan karakter pembangunan yang unik. Tanggamus tidak hanya unggul sebagai daerah pesisir, tetapi juga sebagai kawasan agraris yang menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, hingga energi panas bumi serta pertambangan seperti emas, granit, dan marmer.
Prestasi-Prestasi Kabupaten Tanggamus
Selain capaian dalam National Governance Awards 2026, Kabupaten Tanggamus juga mencatatkan sederet prestasi prestisius dalam beberapa tahun terakhir di berbagai sektor pembangunan.Di bidang inovasi pemerintahan, Tanggamus secara konsisten meraih pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri melalui ajang Innovative Government Award (IGA). Setelah sebelumnya dikategorikan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif, Tanggamus berhasil naik kelas menjadi Kabupaten Terinovatif berkat ratusan terobosan yang diajukan. Pada 2023, daerah ini kembali mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Sangat Inovatif.
Pada ajang BKN Award 2023, Kabupaten Tanggamus memborong tiga penghargaan sekaligus: terbaik dalam implementasi NSPK Manajemen ASN, juara 1 implementasi manajemen ASN untuk kategori perencanaan kebutuhan dan mutasi, serta juara 2 dalam penerapan manajemen kinerja. Hal ini menegaskan bahwa aspek administrasi kepegawaian di Tanggamus telah berjalan sesuai standar nasional yang unggul.
Sebagai daerah agraris, sektor pertanian tetap menjadi pilar utama. Hal ini dibuktikan dengan raihan tujuh penghargaan Kartu Petani Berjaya (KPB) Award 2023 dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Di sisi perlindungan tenaga kerja, Tanggamus meraih Peringkat Pertama Anugerah Paritrana Award Tingkat Provinsi Lampung 2021. Prestasi ini merupakan buah dari kebijakan perlindungan sosial yang inklusif, termasuk pemberian jaminan sosial bagi 4.871 tenaga kontrak non-ASN serta 376 nelayan sebagai kelompok tenaga kerja rentan.
Terakhir, komitmen terhadap lingkungan hidup dibuktikan dengan perolehan penghargaan Proklim Utama untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Selain itu, aspek promosi daerah juga mendapat apresiasi sebagai Anjungan Terinspiratif dalam Pekan Raya Lampung 2023.
| Baca Juga: Profil Gubernur Jateng yang Raih Penghargaan di NGA 2026 |
Tanggamus di Bawah Kepemimpinan Mohammad Saleh

Mohammad Saleh Asnawi. (jdih.dprd.tanggamus.go.id)
Di bawah nakhoda Bupati Mohammad Saleh Asnawi dan Wakil Bupati Agus Suranto, Kabupaten Tanggamus memasuki fase transformasi pemerintahan yang intensif sejak keduanya dilantik pada 20 Februari 2025. Salah satu gebrakan yang paling signifikan dalam setahun pertama kepemimpinan mereka adalah percepatan penyelesaian tunggakan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu.
"Langkah awal saya, dalam waktu tiga bulan BPJS harus segera diselesaikan supaya masyarakat bisa terjamin kesehatannya," ujar Saleh Asnawi.
Inisiatif tersebut berhasil membawa Tanggamus mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Di samping sektor kesehatan, pemerintahan Saleh-Agus juga menitikberatkan fokus pada penguatan kualitas pendidikan dan pembangunan infrastruktur melalui strategi kolaborasi lintas sektoral yang efektif.
Memasuki tahun pertama kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus mencatatkan capaian positif pada berbagai indikator makro. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,10 persen dari posisi sebelumnya sebesar 10,58 persen. Indeks Gini juga menunjukkan tren perbaikan ke angka 0,222, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di level 3,44 persen.
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Tanggamus melesat mencapai 4,87 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal ini didukung oleh realisasi investasi yang menembus angka Rp1,93 triliun, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang mencapai Rp119,4 miliar.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com