Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Pemerintah Genjot Investasi dan Pariwisata demi Dorong Ekonomi RI di Kuartal III
Husen Miftahudin • 6 August 2026 15:52
Jakarta: Pemerintah akan memfokuskan penguatan investasi dan sektor pariwisata pada kuartal III 2026 sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun. Kedua sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
"Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Airlangga menilai Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan, menjadi capaian tertinggi untuk semester pertama sejak 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, meningkat 4,63 persen dibandingkan Mei 2026. Di Nusa Tenggara Timur, jumlah kunjungan wisman mencapai 29.152 kunjungan, naik 40,73 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan 19,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/MtM).
Adapun di Nusa Tenggara Barat, berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, jumlah perjalanan wisatawan pada Juni 2026 mencapai 1.368.707, atau meningkat 2,73 persen dibandingkan Mei 2026.
"Ini salah satu yang menarik, Nusa Tenggara dan Bali tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Artinya, sektor pariwisata terbukti mampu menggeliat dan menjadi salah satu potensi yang dapat terus kita dorong," kata Airlangga.

(Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian)
"Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Airlangga menilai Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan, menjadi capaian tertinggi untuk semester pertama sejak 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, meningkat 4,63 persen dibandingkan Mei 2026. Di Nusa Tenggara Timur, jumlah kunjungan wisman mencapai 29.152 kunjungan, naik 40,73 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan 19,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/MtM).
Adapun di Nusa Tenggara Barat, berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, jumlah perjalanan wisatawan pada Juni 2026 mencapai 1.368.707, atau meningkat 2,73 persen dibandingkan Mei 2026.
"Ini salah satu yang menarik, Nusa Tenggara dan Bali tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Artinya, sektor pariwisata terbukti mampu menggeliat dan menjadi salah satu potensi yang dapat terus kita dorong," kata Airlangga.

(Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian)
Penerbangan langsung tingkatkan kunjungan wisatawan
Pemerintah juga menilai peningkatan konektivitas udara akan memperkuat sektor pariwisata nasional. Salah satu langkah yang disoroti adalah pembukaan rute penerbangan langsung Bali-Phuket oleh maskapai TransNusa.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti penambahan penerbangan dari Bangkok yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas wisatawan antara Indonesia dan Thailand.
Rute tersebut diperkirakan menarik wisatawan, termasuk keluarga, pekerja jarak jauh (digital nomads), hingga wisatawan yang ingin menikmati kekayaan budaya dan kuliner kedua destinasi.
"Akan ada penerbangan langsung dari Phuket ke Bali, termasuk tambahan penerbangan dari Bangkok oleh TransNusa. Dengan demikian, hubungan pariwisata kedua negara diharapkan semakin meningkat," sebut Airlangga.
Menurut Airlangga, penguatan investasi, peningkatan aktivitas pariwisata, serta perluasan konektivitas internasional diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada paruh kedua 2026.