Ilustrasi. Foto: Dok. Antara.
Bahaya Screen Time Berlebih pada Anak, IDAI Ingatkan Dampaknya
Fachri Audhia Hafiez • 25 February 2026 14:32
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua untuk lebih selektif dalam memperkenalkan tontonan kepada anak. Hal ini krusial untuk memastikan proses tumbuh kembang anak berjalan optimal tanpa gangguan perilaku akibat paparan layar gawai yang tidak tepat.
"Di umur kurang dari dua tahun hanya boleh video chatting, itu pun dengan keluarga dekat. Anak umur 2 sampai 6 tahun ini screen time-nya jangan lebih dari satu jam dan harus didampingi, ada interaksinya dengan orang tua, konten harus yang berkualitas," tutur dokter spesialis anak dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K), dikutip dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026.
Farid menjelaskan bahwa paparan layar atau screen time sama sekali tidak direkomendasikan bagi anak berusia di bawah satu tahun. Paparan berlebih, terutama tontonan dengan pergantian gambar yang cepat, berisiko mengubah perilaku anak menjadi serba cepat atau terkesan hiperaktif.
Pada fase "periode emas", perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat. Jika waktu anak habis di depan layar, interaksi langsung dengan lingkungan akan berkurang sehingga stimulasi keterampilan tidak berjalan maksimal.
"Sehingga semua keterampilan perkembangan akan tidak terstimulasi dengan optimal, padahal sedang dalam periode emas, sedang dalam hebat-hebatnya otak itu tumbuh cepat dan berkembang cepat itu,” ujar Farid.
Merujuk pada rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP), Farid menekankan orang tua tidak perlu takut anak tertinggal teknologi jika tidak diperkenalkan sejak dini. Menurutnya, anak usia 3 atau 4 tahun memiliki kemampuan belajar teknologi yang sangat cepat.
.jpg)
Ilustrasi medsos. Foto: Dok. Shutterstock.
"Katakanlah baru dikenalkan teknologi nanti umur 3 atau 4 tahun itu cepat sekali belajarnya, jadi jangan khawatir anak akan tertinggal dari teknologi," tegasnya.
Lebih lanjut, orang tua diminta tidak menjadikan media elektronik sebagai satu-satunya cara untuk menenangkan anak (calming tool). Penggunaan gawai juga wajib dihentikan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. Sebagai kunci keberhasilan, orang tua harus menjadi contoh nyata (role model) dalam membatasi penggunaan gawai di rumah.
“Jangan mengandalkan media elektronik sebagai satu-satunya cara untuk menenangkan anak, itu juga tidak direkomendasikan. Lalu tidak memaparkan screen time satu jam sebelum tidur. Ketika anaknya tidak diperbolehkan nonton ponsel, maka orang tua pun juga tidak memainkan gawainya di depan anak,” ujar Farid.