Cak Imin: 1,5 tahun Pemerintahan Prabowo Stok Pangan Tercukupi

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Moeldoko dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar konferensi pers Rakernas Ikatan Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Anita P

Cak Imin: 1,5 tahun Pemerintahan Prabowo Stok Pangan Tercukupi

Siti Yona Hukmana • 9 April 2026 14:54

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu 1,5 tahun berhasil membuat stok pangan tercukupi. Bahkan, menurut dia, stok pangan nasional saat ini adalah terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Alhamdulillah satu setengah tahun pemerintahan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo membuktikan Indonesia telah menjadi negara yang mandiri di bidang pangan dan stok pangan yang tercukupi," kata Menko Muhaimin Iskandar saat membuka Rakernas Ikatan Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.

Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan bukti pemberdayaan bisa dilakukan dalam waktu singkat, selama syarat-syarat yang diperlukan dapat terpenuhi. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan transformasi pembangunan untuk kesejahteraan bangsa.

"Presiden Prabowo mengambil istilah transformasi. Transformasi artinya terjadi perubahan terus-menerus tiada henti, dengan berbagai pengalaman dan proses yang berlangsung untuk tidak mengulangi kegagalan," ujar Cak Imin,

Ilustrasi(MI/Surya Sriyanti)

Ia menambahkan, pemerintah mengusung tema pemberdayaan yang tujuannya agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan mandiri.

"Sejak Pak Prabowo dilantik, Kabinet Merah Putih ini mengusung tema pemberdayaan sebagai bagian dari kesungguhan kita untuk terus tumbuh dan kuat secara mandiri karena pada dasarnya kita adalah bangsa yang kaya. Bangsa yang kaya yang sebetulnya memiliki seluruh syarat untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri," kata Muhaimin Iskandar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)