Indonesia Bentuk Perusahaan untuk Produksi Sedan Listrik

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden

Indonesia Bentuk Perusahaan untuk Produksi Sedan Listrik

Siti Yona Hukmana • 9 April 2026 14:45

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengakui tengah membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan listrik. Hal ini disampaikan dalam pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.

"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik," kata Prabowo dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.

Ia berharap Indonesia dapat memproduksi sedan listrik secara besar-besaran pada 2028. Hal itu sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

"Memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," ujar Prabowo. 

Harapan tersebut disampaikan Presiden seiring dengan upaya pemerintah mendorong penguatan kapasitas industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri. Presiden menyatakan Indonesia saat ini mampu memproduksi kendaraan komersial listrik seperti bus dan truk, yang dinilai menjadi langkah penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan Presiden Prabowo meminta perguruan tinggi mendukung percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta konversi kendaraan listrik. Brian menjelaskan dukungan tersebut dilakukan melalui riset, kajian, serta hasil penelitian dari perguruan tinggi untuk membantu percepatan pemanfaatan energi terbarukan dan bersih, khususnya PLTS yang diarahkan untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dinilai masih mahal.

Ilustrasi mobil listrik. Dok Neta.

Selain percepatan PLTS, kata dia, Presiden Prabowo mendorong percepatan konversi menuju kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Brian menyebut upaya tersebut dilakukan karena pembangkit listrik berbahan bakar diesel dan penggunaan kendaraan berbasis BBM masih bergantung pada pasokan bahan bakar minyak, sementara harga BBM dinilai tinggi dan dapat berdampak besar terhadap perekonomian.

Presiden Prabowo juga memerintahkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt sebagai bagian dari percepatan program elektrifikasi dan swasembada energi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)