Pembangunan Dermaga Kapal Induk Pertama di Lampung Dirancang Sesuai Standar Teknis

Komandan Brigif 4 Marinir/Beruang Sakti, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo. (Metrotvnews.com/ Imam Setiawan)

Pembangunan Dermaga Kapal Induk Pertama di Lampung Dirancang Sesuai Standar Teknis

Imam Setiawan • 21 July 2026 19:26

Pesawaran: Pembangunan dermaga sandar untuk kapal induk pertama Indonesia di Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, kini mencapai sekitar 80 persen. Dermaga tersebut disiapkan sebagai lokasi sandar ITS Giuseppe Garibaldi (C-551), kapal induk yang akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL). 

Komandan Brigif 4 Marinir/Beruang Sakti, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, mengatakan pembangunan fasilitas pendukung terus dipercepat agar seluruh infrastruktur siap digunakan pada September 2026.

"Saat ini progres pembangunan sudah sekitar 80 persen. Targetnya seluruh fasilitas rampung pada akhir Agustus sehingga siap menyambut kedatangan kapal," kata Kanang di Mako Brigif 4 Marinir/BS, Pesawaran, Selasa, 21 Juli 2026.
 


Dermaga tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kapal induk beserta unsur pendukungnya. Fasilitas yang dibangun meliputi struktur tambat kapal, pemasangan tiang pancang, jaringan listrik, air bersih, dan sarana pendukung lainnya.

Panjang dermaga mencapai sekitar 600 meter sehingga mampu menampung kapal induk beserta kapal-kapal pendukung dalam satu gugus tugas.

"Kapal induk tidak bisa berdiri sendiri. Nantinya juga akan ada kapal eskorta, kapal penyapu ranjau, hingga kapal cepat yang mendukung operasionalnya," ujar dia.

Selain pembangunan infrastruktur, sekitar 100 personel asing juga dijadwalkan datang ke Lampung. Mereka akan mendukung proses transfer teknologi (ToT) serta pelatihan sistem komando dan pengendalian bagi personel TNI AL.

Secara operasional, dermaga sandar tersebut berada di bawah Komando Armada I. Sementara kendali penuh tetap berada di tangan TNI AL.


Kapal Induk Giuseppe Garibaldi. Foto: marina.difesa.it


Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia dengan panjang sekitar 180,2 meter, lebar 33,4 meter, dan bobot mencapai 14.150 ton. Kapal ini mampu melaju hingga 30 knot serta dirancang untuk mengoperasikan pesawat tempur STOVL dan berbagai jenis helikopter dalam mendukung operasi maritim. 

Kanang berharap keberadaan dermaga sandar kapal induk tersebut tidak hanya memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Lampung. Fasilitas itu diharapkan mendorong peningkatan aktivitas personel dan operasional di kawasan Teluk Ratai.

(Silvana Febiari)