Kapal Induk Giuseppe Garibaldi. Foto: marina.difesa.it
DPR Setujui Hibah Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia dari Italia
Gabriella Thesa Widiari • 21 July 2026 14:57
Jakarta: DPR RI menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia. Persetujuan diambil dalam Rapat Paripurna Ke-26 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Selasa, 21 Juli 2026.
“Apakah laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, dilansir dari Antara.
Baca Juga :
Pada Senin, 20 Juli 2026, pihaknya menggelar rapat kerja dengan pemerintah. Adapun rapat kerja tersebut membahas mengenai penerimaan hibah kapal induk pertama Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memenuhi prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berlandaskan hukum.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan persetujuan hibah kapal induk senilai 54.022.426,67 euro atau setara sekitar Rp1,1 triliun itu mengacu pada Surat Menteri Pertahanan RI kepada Ketua DPR RI Nomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026.
Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama Indonesia. Oleh karena itu, Komisi I mengingatkan perlunya penyesuaian doktrin yang matang agar kapal hibah dapat beroperasi secara optimal.
"Ini penting kita belum pernah seumur hidup punya kapal induk," ucap Utut.

Gedung DPR/MPR/DPD RI. Foto: MI/Bary Fathahillah.
Dirjen Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kemhan Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto mengatakan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan tiba di Tanah Air pada 20 September 2026 mendatang.
Dia menjelaskan untuk menyambut kedatangan kapal itu, TNI Angkatan Laut sudah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya pengiriman pasukan ke Italia untuk dilatih menjadi awak kapal induk.
Tercatat ada 100 personel yang telah dikirim oleh TNI. Mereka akan mengikuti pelatihan secara materi dan praktik hingga akhirnya mampu untuk mengoperasikan kapal induk dari Italia ke Indonesia.
Selain itu, TNI AL tengah mempersiapkan beberapa tempat untuk jadi pangkalan kapal induk, salah satunya di Teluk Ratai, Lampung. "Proses pembangunannya saat ini telah mencapai 76 persen," kata Haris.
Menurut dia, pelabuhan itu akan dilengkapi berbagai sarana pendukung operasional kapal. Sementara itu, TNI AL terus mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur agar seluruh fasilitas siap digunakan sebelum kapal tiba.