Presiden Prabowo Subianto. Foto: Youtube Setpres.
Presiden Usul Atap Huntara Diberi Pelapis Agar Tak Panas
Anggi Tondi Martaon • 1 January 2026 17:03
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar atap hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang dilengkapi dengan pelapis tambahan. Usulan itu disampaikan Kepala Negara agar suhu dalam ruangan tidak panas.
"Saya koreksi sedikit, saya tanya bagaimana ini ya kan saya yang panas, coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi, mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal, solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal. Apa itu anyaman atau apa ya kan, dari ijuk atau dari apa dilapisi di bawahnya seng," kata Presiden dikutip dari Antara, Kamis, 1 Januari 2026.
RI 1 menyampaikan apresiasi atas kemampuan Danantara membangun 600 unit hunian dalam waktu delapan hari. Hunian dibangun dengan kualitas yang dinilai cukup baik.
Namun, Presiden kedelapan Indonesia itu memberikan masukan terkait kondisi atap hunian yang menggunakan seng dan berpotensi menimbulkan panas. Menurut Prabowo, pelapis tambahan pada bagian bawah atap seng dapat menjadi solusi sederhana untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.
Pelapis tersebut diusulkan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Lalu, tidak memerlukan biaya tinggi.
Usulan tersebut diserahkan pada kreativitas para petugas di lapangan dalam menentukan bentuk dan bahan yang paling sesuai.
"Mungkin cukup dengan dengan bahan, bahan tekstil ditutup di bawahnya seng itu, jadi hal-hal semacam itu, itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan," ujar Prabowo.

Kondisi atap huntara yang dibangun Danantara. Foto: Youtube Setpres.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa sebanyak 600 unit hunian Danantara direncanakan akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari.
Penyerahan tersebut dilakukan bersama dengan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain taman bermain, jaringan WiFi, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Rosan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan penyelesaian total 15.000 unit hunian yang tersebar di tiga provinsi.
"Aceh kurang lebih 12.000 unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit," kata Rosan.