BLT Kesra 2025 Tetap Disalurkan hingga Detik Terakhir 31 Desember, Kantorpos Buka Layanan Tengah Malam

Mensos Saifullah Yusuf didampingi Plt Dirut PT Pos Indonesia (Persero) memantau proses penyaluran BLT Kesra di Kantorpos Cikini, Jakarta, memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak (Foto:Dok.PosIND)

BLT Kesra 2025 Tetap Disalurkan hingga Detik Terakhir 31 Desember, Kantorpos Buka Layanan Tengah Malam

Rosa Anggreati • 31 December 2025 21:21

Jakarta: Pemerintah menuntaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) hingga hari terakhir penyaluran pada Rabu, 31 Desember 2025. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bahkan turun langsung memantau proses penyaluran di Kantorpos Cikini, Jakarta, memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Mensos menyebutkan secara nasional BLT Kesra telah menjangkau 33 juta KPM, yang disalurkan melalui mitra resmi pemerintah yaitu PT Pos Indonesia (Persero) dan Himbara.

“Sebanyak 18 juta KPM disalurkan melalui PT Pos. Sisanya sekitar 15 juta KPM melalui Himbara. Selama dua bulan terakhir, PT Pos bekerja tanpa mengenal hari libur, dan penyaluran ini terus berlangsung sampai nanti malam,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.
 


Di Jakarta, penyaluran dilakukan di seluruh Kantorpos dengan total sekitar 71 ribu penerima, termasuk di Kantorpos Cikini yang menjadi salah satu titik pemantauan.

“Saya ingin melihat langsung proses penyalurannya dan juga berdialog dengan para penerima manfaat. Sebagian besar penerima adalah keluarga baru yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan reguler. Alhamdulillah, secara umum sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” kata Mensos.


(Foto:Dok.PosIND)
 

Pos Indonesia Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam Pergantian Tahun


Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menegaskan pihaknya memaksimalkan seluruh sumber daya pada hari terakhir penyaluran. Jam layanan diperpanjang hingga tengah malam pada 31 Desember, dengan penambahan loket dan petugas di berbagai daerah.

“Kami masih punya waktu sampai pukul 00.00 malam ini. Oleh karena itu kami tambah loket, tambah petugas, dan tambah waktu layanan. Prinsip kami, ayo hari ini harus tuntas,” kata Haris.

Ia menjelaskan, seluruh proses penyaluran dilengkapi dengan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban dan perlindungan data pribadi penerima.


(Foto:Dok.PosIND)

“Ini sebagai bukti bahwa bantuan benar-benar diterima. Kami bisa sajikan siapa yang menerima, tanggal berapa, dan di mana. Jadi tidak bisa lagi ada klaim belum menerima, karena semuanya terdokumentasi,” kata Haris.

Menurutnya, mekanisme ini penting untuk menghindari penyalahgunaan data sekaligus memastikan akuntabilitas saat dilakukan pemeriksaan oleh aparat pengawas.


(Foto:Dok.PosIND)
 

Penyaluran Tetap Berjalan di Daerah Bencana


Mensos juga mengapresiasi peran PT Pos dalam menjangkau wilayah terdampak bencana. Di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, penyaluran tetap dilakukan meski menghadapi kendala infrastruktur.

“Di daerah bencana penyaluran sudah lebih dari 80 persen, bahkan mendekati 89 persen. Ini kerja luar biasa dari PT Pos dan para pendamping sosial,” ujarnya.

Haris menambahkan, untuk beberapa kantor pos pembantu yang belum dapat beroperasi karena keterbatasan listrik dan akses jalan, pembayaran dilakukan secara manual dengan petugas mendatangi langsung lokasi penerima.


(Foto:Dok.PosIND)
 

Pemerintah Perbaiki Data Bansos dan Dorong Kemandirian KPM


Selain memastikan penyaluran tuntas, pemerintah juga terus melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Mensos menyebutkan, pembaruan data dilakukan secara berkala setiap tiga bulan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah.

“Kami membuka ruang partisipasi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos maupun call center. Masyarakat bisa mengusul atau menyanggah data, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Ia berharap, penyaluran BLT Kesra tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat untuk berangsur mandiri.

"Harapan kita, ke depan makin banyak keluarga yang graduasi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” ujar Mensos.
   

KPM Rasakan Manfaat BLT Kesra untuk Kebutuhan Sehari-hari



(Foto:Dok.PosIND)

Dari sisi penerima manfaat, Hambali Hanafi (72), warga Jakarta yang menerima bantuan di Kantorpos Cikini, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan hidupnya.

“Di undangan tertulis Rp900 ribu per tiga bulan. Bagi saya pribadi, dengan usia 72 tahun, bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Hambali Hanafi. Ia juga mengapresiasi pelayanan petugas Kantorpos yang dinilainya berjalan lebih tertib dibandingkan penyaluran sebelumnya. 


(Foto:Dok.PosIND)

Hal senada disampaikan Kusnaeni, ibu rumah tangga yang mewakili suaminya yang tengah sakit stroke ringan. Ia menyebut proses pencairan berjalan mudah dan cepat.

“Alhamdulillah dapat Rp900 ribu. Sangat membantu untuk biaya bolak-balik ke rumah sakit dan kebutuhan lainnya. Prosesnya mudah sekali,” ujar Kusnaeni. Ia berharap program bantuan sosial seperti BLT Kesra dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. 

Dengan berakhirnya penyaluran BLT Kesra 2025 pada penghujung tahun, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. 

Evaluasi penyaluran akan menjadi dasar perbaikan kebijakan perlindungan sosial ke depan, seiring upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga rentan dan mendorong kemandirian masyarakat agar bantuan sosial benar-benar menjadi jembatan menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)